Trending News

18 Aug 2019
Kokola bangkitkan tradisi Cap Go Meh di G-Walk Surabaya
Meriahnya perayaan Cap Go Meh di Gwalk Surabaya yang digelar oleh Kokola HALAL dan Gwalk Citraland Surabaya. Foto-ist
Art & Culture

Kokola bangkitkan tradisi Cap Go Meh di G-Walk Surabaya 

LENSAINDONESIA.COM: Kokola Group kerja bareng Gwalk Citraland Management menggelar pagelaran tahunan Pesta Rakyat Cap Go Meh 2018 di G-Walk Citraland Surabaya mulai selama 4 hari yang berakhir Kamis (01/03/2018) lalu.

Di hari ke 15 Tahun Baru Imlek, kawasan G-Walk Citraland Surabaya ini kental bernuansa ratusan lampion-lampion mewarnai perayaan Cap Go Meh 2018 yang jatuh pada tanggal 4 Maret 2018.

Public Relation Manager Kokola Group, Andi Fian Octavia mengungkapkan, even merupakan bentuk komitmen Kokola Group untuk berbagi kebahagiaan dan kenikmatan “Sharing Happylicious” kepada masyarakat Surabaya Jawa Timur juga seluruh Indonesia.

“Kokola Halal juga berupaya mensosialisasikan makanan HALAL dan Aman kepada generasi penerus bangsa. Untuk itu, Kokola Group berkomitmen berbagi kebahagiaan dan memberikan layanan terbaik kepada seluruh masyarakat Indonesia. Kokola Group juga memastikan tiap proses pembuatan Biskuit Kokola Halal dikerjakan oleh tenaga Putra-Putri Indonesia profesional berkomitmen tinggi menjaga keamanan pangan (Food Safety) melalui penggunaan mesin dengan teknologi modern,” papar Fian dalam keterangan resmi yang diterima Lensaindonesia.com, Senin (05/03/2018).

Fian menambahkan, perayaan Pesta Rakyat Cap Go Meh saat pembukaan ditandai pawai barongsai yang mengikutsertakan sedikitnya ratusan perserta dari beragam latar belakang sebagai wujud kebhinekaan. Bahkan, pawai barongsai yang menempuh rute sejauh sekitar 3,5 km ini mengiringi barongsai untuk andil lomba memperebutkan ratusan bungkus biskuit Kokola halal dan puluhan Angpao.

“Selain Barongsai dan pawai yang menjadi ciri khas Cap Go Meh, akan ada tarian naga, fashion lampion, oriental musik, orkestra oriental, zumba dan yang paling menarik adalah lomba makan lontong Cap Go Meh,” tandas Fian.

Tahun baru Imlek biasanya ditutup dengan perayaan Cap Go Meh, lanjut Fian, pastinya pada perayaan ini menu utama yang dihidangkan diantaranya Lontong Cap Go Meh sebagai simbol keberuntungan. Dan meyantap lontong Cap Go Meh di hari ke lima belas perayaan imlek merupakan tradisi Tionghoa di Indonesia sejak ratusan tahun lalu.

Baca Juga:  Pemeran utama Film Perburuan harus banyak baca novelnya

“Lontong cap go meh salah satu bentuk perpaduan alkuturasi budaya peranakan antara tionghoa dan lokal. Tujuan utama membuat lontong Cap Go Meh adalah untuk menjamu tamu yang datang kerumah, saking populernya lontong cap go meh pun sudah merambah hingga mancanegara,” pungkasnya.@Rel-Licom

Related posts