LENSAINDONESIA.COM: Alexander, pecatan polisi yang jadi tahanan Polres Inhu, Riau, dalam kasus narkoba, gagal melakukan upaya percobaan melarikan diri meskipun dibantu 6 tahanan lainnya. Masing-masing Hendrio, Fransiskus Hutabarat, Agus Purwadani, Dedi Saputra, Agus Sulistio (kelimanya tahanan narkoba dan Rian Danika (penggelapan).

Informasi yang dihimpun Lensa Indonesia, kasus percobaan melarikan diri yang gagal ini terjadi di ruang sel nomor 2 tahanan Polres Inhu, Selasa (6/3/3018). Aksi dimulai dengan Hendrio yang berpura-pura minta salep kulit ke petugas jaga Bripda Damendra Cendana.

Saat menyerahkan salep tersebut, mendadak tangan Bripda Damendra ditarik dan dipegangi Hendrio. Berikutnya, tahanan Dedi Saputra ikutan menyambar kaki petugas jaga itu dan memeganginya. Sejurus kemudian, Alexander mendekat menodongkan senjata api jenis Walter PPK caliber 32 ke kepala Bripda Damendra Cendana. “Serahkan kuncinya (kunci tahanan), kamu tak kutembak,” ancamnya.

Bripda Damendra menjawab kunci tak ada padanya sambil berupaya melepaskan diri. Dia lalu berhasil melepaskan tangan kanan dan kakinya dari cengkeraman para tahanan. Namun tangan kirinya masih dipegangi Hendrio.

Anggota polisi ini lalu menempelkan tubuhnya di dinding sel sambil berteriak minta tolong. Brigadir Munawir Al Hilal, Brigadir Alharis dan Bripda Rido Fardika kemudian datang dan membantu melepaskan tangan kiri Bripda Damendra yang dipegang tahanan Hendrio.

Melihat para penjaga tahanan itu berhasil melepaskan Bripda Damendra, Alexander jadi kalap dan menembaki gembol sel tahanan. Namun para petugas jaga juga sigap mengunci pintu tahanan bagian luar sambil menunggu bantuan datang.

Tak lama kemudian Kabag Ops Polres Inhu Kompol A Salmi datang bersama pasukan melakukan pengepungan dan berhasil membuat Alexander cs menyerahkan diri.

Polisi kemudian mengamankan para tahanan tersebut dan mengamankan barang bukti 17 selongsong peluru caliber 32, 10 butir amunisi caliber 7,65, gembol sel tahanan dalam yang hancur akibat ditembaki dan senpi merek Walter PPK I.S nomor 066332 silver.

Dalam pemeriksaan diketahui, rencana melarikan diri ini sudah disusun sejak Kamis (1/3/2018) lalu. Sedangkan senpi yang digunakan untuk rencana tersebut adalah Alexander yang sebelumnya dibeli Rp 15 juta dari Saidi (buron).

Diduga kuat, senpi itu sengaja diselundupkan istri Alexander saat besuk tahanan sambil membawa makanan dalam tas plastik hitam pada Selasa (6/2/2108) pukul 10.30 WIB.

Perlu diketahui, Alexander adalah pecatan polisi yang ditangkap karena menjadi bandar narkoba dengan barang bukti kiloan sabu. Dia juga diduga kuat terlibat tindak pidana pencucian uang hasil dan kasusnya sebentar lagi masuk persidangan. @nanda