LENSAINDONESIA.COM: Ratna Puspita Halim (56) warga Jl Kupang Indah XIX, yang jadi terdakwa bandar judi togel online, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Surabaya dengan agenda dakwaan, Senin (12/3/2018).

Dalam sidang tersebut, mengingat terdakwa yang diancam Pasal 45 ayat (2) jo pasal 27 ayat (2) UU RI no 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU no 11 tahun 2011 tentang informatika dengan ancaman 12 tahun penjara, Ketua Majelis Hakim Pujo Saksono, sempat menawarkan pendampingam kuasa hukum kepada terdakwa.

Namun hal tersebut langsung ditolak terdakwa dengan alasan takut. “Saya takut pak Hakim, langsung dilanjutkan saja,” ungkap bandar judi online ini.

Atas penolakan tersebut, hakim memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Harry Basuki dari Kejati Jatim melanjutkan untuk membacakan tuntutan. “Silahkan Pak Jaksa langsung dilanjutkan dakwaaannya,” terang Hakim Pujo.

Saat membacakan dakwaan, JPU Harry Basuki mengatakan, terdakwa telah melakukan tindak pidana perjudian togel dengan menggunakan sarana elektronik. “Terdakwa telah melanggar Pasal 45 ayat (2) jo pasal 27 ayat (2) UU RI no 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU no 11 tahun 2011 tentang informatika dalam menjalankan aksinya sebagai bandar togel,” terang JPU Harry.

Jaksa Harry menjelaskan lebih lanjut, terdakwa Ratna Puspita Halim, telah mendistribusikan atau mentransmisikan dengan mengakses Informasi Elektronik. “Dokumen elektronik yang dimiliki terdakwa bermuatan perjudian, selain togel juga judi bola secara online dengan menggunakan sarana elektronik melalui sms menggunakan handphone,” tambahnya.

Perlu diketahui, terdakwa dibekuk petugas Unit I Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim, Senin (18/12/2017) di rumahnya dan telah menyita barang bukti dua ponsel, buku rekening yang mana telah melakukan transfer ke rekening Roy Idarto (DPO). @rofik