LENSAINDONESIA.COM: PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menghimpun pembayaran pajak para wajib pajak mencapai 7,1 juta dengan nilai pajak Rp 183 triliun di tahun 2017.

Untuk itu, BNI layak menerima penghargaan dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Siri Mulyani sebagai salah satu Wajib Pajak Badan yang patuh membayarkan kewajiban pajak untuk negara.

Penghargaan tersebut langsung diterima oleh Direktur Hubungan Kelembagaan dan Transaksional Perbankan BNI Adi Sulistyowati di Auditorium Gedung Dr.K.R.T Radjiman Wedyodiningrat, di Jakarta-Selasa, (13 /03/2018).

Corporate Secretary, BNI Kiryanto menyampaikan, selama tahun 2017, BNI menjadi bank persepsi dengan menampung pembayaran pajak para wajib pajak. Bahkan mencapai 7,1 juta transaksi pembayaran pajak melalui BNI dengan nilai pajak yang disetorkan sekitar Rp 183 triliun.

“Penghargaan ini kami terima sebagai bentuk kehormatan bagi BNI yang telah melakukan pembayaran Pajak, baik sebagai Badan maupun BNI sebagai pemotong/pemungut pajak dari pihak ketiga ,” tandasnya.

Dari catatan Ditjen Pajak memaparkan di tahun 2017, realisasi penerimaan pajak Kanwil DJP Wajib Pajak Besar mencapai Rp. 361,84 triliun. Lalu di tahun 2018 ini, target penerimaan Kanwil DJP Wajib Pajak Besar sebesar Rp 432,37 triliun yang artinya tumbuh 19.54% dibanding realisasi tahun 2017. Pencapaian target penerimaan Kanwil DJP Wajib Pajak Besar tahun 2018 bakal menopang 30,33% target nasional, yakni sebesar Rp1.424 triliun.@Rel-Licom