Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Warga protes penerapan jalur satu arah di Jalan Jayanegara
Warga memasang poster penolakan jalur satu arah sebelum akhirnya ditutup petugas. (LICOM/M.Ibnu Alfarobi)
HEADLINE

Warga protes penerapan jalur satu arah di Jalan Jayanegara 

LENSAINDONESIA.COM : Baru diberlakukan kebijakan lajur satu arah dijalan Jayanegara. Warga sekitar merasa kebijakan tersebut memberatkan dan dinilai tidak ada kajian tentang dampak ekonomi sosial, Selasa (13/03/2018).

Pantauan dilokasi jalan Jayanegara, terlihat papan tanda larangan ditutup kardus oleh masyarakat yang menolak kebijakan jalan satu arah. Tidak hanya, papan sejumlah banner bertuliskan nada protes kecaman juga nampak berjejer dipinggir jalan tersebut.

“Kenapa harus diberlakukan satu arah, seharusnya dinas terkait, kalau ingin merubah jalur arus lalu lintas, itu mestinya tidak seketika itu langsung. Memberi rambu atau gimana, warga sekitar jelas kaget dan bingung,” tutur Guntur perwakilan warga sekitar yang menolak kebijakan tersebut.

Belum jelasnya sosialisasi dan kajian lingkungan atas dampak menjadi dasar warga memprotes kebijakan yang diberlakukan di jalan Jayanegara berlaku satu lajur dari arah Barat ke Timur. Sehingga pemberlakuan kebijakan tersebut harus dicabut, karena sangat merugikan masyarakat sekitar jalan Jayanegara.

“Tiba-tiba aja sudah berlaku satu lajur, waktu malam memang ada kumpulan warga. Namun, pagi hari senin tiba-tiba rambu sudah di aktifkan semua, warga kaget. Kebijakan ini sangat merugikan pedagang disekitar jalan ini, terlebih pemberlakuan kebijakan tidak berdasar. Sehingga harus dicabut,” tandasnya.

Di lokasi pagi ini, pengguna jalan Jayanegara tersebut banyak yang menerobos, tidak terkecuali mobil plat merah yang notabene milik pemerintah kabupaten Jombang, karena rambu larangan melintas ditutup oleh kardus dan tidak ada petugas yang berjaga.

Sementara dijalan raya RE Martadinata kendaraan yang melintas tidak ada yang menerobos dikarenakan ada petugas yang berjaga memberikan informasi dan sosialisasi bahwasanya jalur jalan RE Martadinata berlaku satu lajur yakni dari arah selatan yang diperbolehkan.

Diketahui, Dinas Perhubungan Kabupaten Jombang telah memberlakukan kebijakan perubahan arus lalulintas yakni jalan Jayanegara berlaku satu lajur dari arah Barat ke Timur, sedangkan jalan RE Martadinata berlaku satu lajur dari arah Selatan ke Utara. Dan juga jalan Seroja dari arah timur tidak boleh melintas ke Barat. @Obi

Baca Juga:  Milenial Simalungun hebohkan Festival Danau Toba, 1000 “Bulang Sulappei” pecahkan MURI

Keterangan poto :
– Kendaraan mobil plat merah yang menerobos di Jalan Jayanegara
– Petugas yang berjaga di jalan RE Martadinata
– Jalur jalan Jayanegara