Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Edarkan sabu, driver ojek online kerjasama dengan tahanan Lapas Porong
Acmad Mustaqim Toufiq, driver ojek online yang jadi terdakwa pengedar sabu (rofik)
HEADLINE

Edarkan sabu, driver ojek online kerjasama dengan tahanan Lapas Porong 

LENSAINDONESIA.COM: Achmad Mustaqim Toufiq (30) warga Jl Semampir Utara, Medokan, Surabaya, menjalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, dalam kasus peredaran sabu dengan agenda keterangan saksi (polisi) penangkap.

Dalam keterangannya, saksi saksi Heru Prasetyo dan Rizky Wardhana menjelaskan, driver ojek onlione itu ditangkap setelah pihaknya terlebih dahulu melakukan penangkapan terhadap anak buah Achmad Mustaqim (kurir).

“Sebelumnya, kami melakukan penangkapan terhadap kurirnya. Atas keterangan itu, kami lakukan penangkapan terhadap terdakwa yang saat itu sedang menggunakan sabu di lantai II rumahnya.” terang saksi Rizky saat memberikan keterangan dalam sidang, Selasa (13/3/2018).

Dalam penggeledahan tersebut, petugas menemukan barang bukti 3 poket sabu, timbangan, plastik klip kosong, alat hisap (bong) dan 4 korek yang dijadikan kompor. “Barang bukti itu kami amankan di rumahnya, dan timbangan itu buat memecah barang sebelum diedarkan,” tambah Rizky.

Sementara saksi Heru Prsetyo Wardhana menjelaskan lebih lanjut, terdakwa mendapatkan barang dari Oon alias Pesek, yang saat ini mendekam di Lapas kelas I, Surabaya Porong. “Terdakwa dalam transaksi dengan Oon, melalui kurirnya selalu dilakukan dengan cara diranjau, seharga Rp 600 ribu,” lanjutnya.

Atas keterangan saksi, terdakwa mengakui dan sama sekali tidak menyangkal saat ditanya Ketua Majelis Hakim Pujo. “Iya pak, benar,” ungkapnya.

Namun, dia menyangkal keterangan saksi saat giliran ditanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwis dari Kejari Surabaya. “Timbangan itu bukan milik saya, saya cuma pinjam buat menimbang Mas,” sanggahnya.

Disinggung seberapa sering dirinya mengedarkan sabu, terdakwa kembali mengelak dan menyatakan dia tidak pernah menjadi pengedar dan hanya sebagai pengguna. Keterangan tersebut membuat Jaksa dan Hakim sempat menghardiknya. “Saudara terdakwa, kamu tadi mengakui semua keterangan saksi dan sama sekali tidak ada satupun yang disangga. Sekarang saudara membantah. Mana yang benar,” tanya JPU Darwis.

Baca Juga:  FWJ kecam keras dan minta polisi usut tuntas oknum Ormas Tangsel aniaya wartawan saat liput demo

Mendapat pertanyaan tersebut, pria yang kesehariannya sebagai driver ojek online ini hanya diam. “Ya sudah itu hak saudara, namun kami sudah mempunyai catatan atas keterangan saudara sendiri dalam sidang ini,” timpal Hakim Pujo.

Perlu diketahui, terdakwa dibekuk anggota Sat Reskoba Polrestabes Surabaya, Sabtu (4/11/2017) saat mengkonsumsi sabu di rumahnya. Atas perbuatannya, JPU menjerat driver ojek online itu dengan Pasal 114 ayat (1) UU RI no 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana selama 20 tahun penjara. @rofik