Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Ini cara XL Axiata kurangi angka kecelakaan di Indonesia
( ki-ka ) Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, Presiden Direktur XL Axiata, Dian Siswarini, Dirjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi dan Presiden Direktur PT Robert Bosch, Andrew Powell dalam acara penandatanganan nota kesepahaman kerjasama kemitraan antara XL Axiata dengan Kementerian Perhubungan di Jakarta, Rabu (14/03/2018). Foto-ist
CSR

Ini cara XL Axiata kurangi angka kecelakaan di Indonesia 

LENSAINDONESIA.COM: PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) akan menerapkan program sosialisasi dan edukasi keselamatan berkendara yang diinisiasi oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Kerjasama ini ditandai penandatanganan nota kesepemahaman oleh Presiden Direktur XL Axiata, Dian Siswarini dan Dirjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi yang disaksikan pula oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta, Rabu (14/03/2018).

Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini mengatakan,dari awal PT XL Axiata memasuki bisnis data digital dan berkomitmen menyiapkan masyarakat untuk memasuki era digital. Sebab itu, pihaknya membuka diri bekerjasama dengan unsur-unsur pemerintahan dalam memanfaatkan teknologi digital.

“Program ini tentunya bertujuan mengatasi persoalan masyarakat luas. Teknologi digital memudahkan kita melaksanakan program sosialisasi dan edukasi publik secara simultan dengan menjangkau kalangan yang sangat luas,” ucap Dian.

Dian menambahkan, kontrak kerjasama kedua belah pihak yang disepakati hingga 3 tahun ini didasari fakta angka kecelakaan yang begitu tinggi yang disebabkan faktor kurangnya kesadaran pengguna jalan saat menjaga keselamatan maupun pengguna jalan lainnya.

“Salah satu isunya juga menyangkut perilaku perempuan saat berkendara, di mana banyak kebiasaan buruk dilakukan selama di jalan berpotensi memicu kecelakaan. Data dari Polri menyebutkan, di tahun 2017 kecelakaan lalu lintas terjadi sebanyak 98.419 kali, dengan korban jiwa sebanyak 24.213 orang. Faktor manusia masih menjadi penyebab utamanya,” tambah Dian.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiyadi menyampaikan, kesadaran menjaga keselamatan berkendara masih menjadi pekerjaan rumah bagi kita, baik masyarakat maupun pemerintah. Sebab itu sosialisasi dan edukasi ke masyarakat masih perlu disampaikan hingga saat ini.

“Hal ini mendukung sekali, sebab saat ini tingkat kepemilikan kendaraan bermotor di mayarakat semakin tinggi di semua wilayah Indonesia. Kaum perempuan yang mengendarai sendiri kendaraannya juga terus meningkat. Namun, kenyataannya kepemilikan dan penggunaan kendaraan bermotor ternyata tidak selalu disertai dengan kesadaran menjaga keselamatan di jalan,” imbuh Budi.

Kerjasama program ini mencakup penyediaan sarana layanan digital dalam Aksi Keselamatan Transportasi Darat. Dukungan ini meliputi penyediaan layanan digital melalui website www.sisternet.co.id yang di dalamnya terdapat modul e-Learn terkait informasi keselamatan berkendara. Selain itu, materi sosialisasi dan edukasi keselamatan berkendara dan berlalu-lintas juga tampil dalam bentuk artikel, kompetisi, juga kuis, baik di website maupun media sosial Sisternet.@Rel-Licom