Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
BNI ingatkan wajib pajak segera lapor Pajak Penghasilan di momen Car Free Day
(tengah) Direktur Hubungan Kelembangaan dan Transaksional Perbankan BNI, Adi Sulistyowati di sela kampanye Pelaporan Pajak menggunakan e-Filling di area Car Free Day kawasan Thamrin-Jakarta, Minggu (18/03/2018). Foto-ist 
EKONOMI & BISNIS

BNI ingatkan wajib pajak segera lapor Pajak Penghasilan di momen Car Free Day 

LENSAINDONESIA.COM: Batas waktu Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan makin dekat, Direktorat Jenderal Pajak dengan BNI menggelar Kampanye Pelaporan Pajak menggunakan e-Filling atau dinamakan Spectaxcular 2018.

Kawasan Car Free Day di Jalan MH Thamrin, Jakarta, yang berlangsung Minggu (18/03/2018), dihadiri Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia Mardiasmo, Direktur Jenderal Pajak, Robert Pakpahan, Staf Ahli Bidang Pengawasan Pajak, Puspita Wulandari, serta Direktur Hubungan Kelembangaan dan Transaksional Perbankan BNI, Adi Sulistyowati.

Adi Sulistyowati menyampaikan, batas waktu penyampaian SPT Tahunan tahun pajak 2017 tepatnya 31 Maret 2018 bagi Wajib Pajak (WP) orang pribadi dan 30 April 2018 bagi WP.

“Masyarakat bisa memanfaatkan Layanan BNI untuk menyetorkan kewajiban Pajaknya melalui banyak pilihan channel yang disiapkan BNI yaitu Teller, ATM, Internet Banking, MiniAtm/EDC, dan Mobile Banking,” tegas Adi.

Untuk Wajib Pajak Badan/ Corporate, lanjut Adi, terdapat layanan unggulan yang disediakan BNI yakni pembuatan Billing Pajak baik secara single maupun bulk/ massal.

“Nasabah Corporate juga bisa memanfaatkan fasilitas pelaporan Pajak dimana BNI yang bekerjasama dengan Application Service Provider (ASP) antara lain Pajak Online dan Pajakku. Pelayanan Penerimaan Setoran Pajak, dilayani BNI baik mata Uang Rupiah maupun dalam mata Uang Asing dalam hal ini dollar Amerika Serikat (USD),” papar Adi.

Kantor Cabang BNI tak hanya di dalam negeri yang bisa melayani setoran penerimaan negara. Bahkan, seluruh Cabang BNI di luar negeri juga bisa memanfaatkan para wajib pajak, wajib bayar, dan wajib pungut untuk menyetorkan kewajibannya kepada Negara.

Di kesempatan yang asam, Kiryanto, Corporate Secretary BNI juga  mengungkapkan, seluruh dukungan fasilitas yang ada di BNI untuk berbagai layanan publik dari Kementerian Keuangan membuat BNI menjadi mitra terpercaya pemerintah terkait penerimaan Modul Penerimaan Negara (MPN G2).

Baca Juga:  BCA kucurkan beasiswa Rp 5,3 miliar untuk 703 mahasiswa

“Selama tahun 2017, BNI telah melayani 20,4 juta transaksi MPN dengan nominal Rp 271 triliun. Khusus untuk Setoran Pajak sebanyak 7,1 transaksi dengan nominal lebih dari Rp 183 triliun,” papar Kiryanto.@Rel-Licom