Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.   
Panwaslu Surabaya diminta usut motif Ketua Panwascam dan PPL yang sebar fotonya bareng salah satu cagub
FOTO I: Ketua Panwascam Asemrowo Mahfud dan Kuswoyo PPL Kelurahan Tambak Sarioso Surabaya mengapit cagub Jatim nomor urut 2. FOTO II: Kuswoyo foto bersama cagub Jatim sambil mengacungkan dua jari sesuai nomor urut cagub tersebut di Pilkada Jatim 2018.
HEADLINE DEMOKRASI

Panwaslu Surabaya diminta usut motif Ketua Panwascam dan PPL yang sebar fotonya bareng salah satu cagub 

LENSAINDONESIA.COM: Sekretariat Bersama (Sekber) Pemenangan Khofifah-Emil Kota Surabaya mempertanyakan independensi Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dalam mengawal pelaksanaan Pilkada Jawa Timur 2018. Hal ini menyusul beredarnya foto-foto Ketua Panwascam dan petugas PPL dengan calon Gubernur nomor urut 2, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di pesan WhatsApp.

Dua petugas pengawas tersebut adalah Mahfud yang merupakan Ketua Panwascam Asemrowo dan Kuswoyo seorang petugas PPL Kelurahan Tambak Sarioso Surabaya.

Juru Bicara Sekber Pemenangan Khofifah-Emil Kota Surabaya Arif Fathoni, SH menyampaikan, bila sekedar foto bersama mungkin tidak masalah dan tidak perlu dipermasalahkan. Namun jika foto bersama dengan menggunakan simbol-simbol atau idiom-idiom tertentu ini yang patut diduga tindakan yang tidak pantas dilakukan oleh orang  (petugas panwas) yang mestinya berlaku netral.

“Saya amati dari dua foto yang ada, Ketua Panwascam terlihat berjabat tangan dengan gaya pose yang mempersepsikan kebanggaan terhadap figur salah satu cagub. Itu bisa saja diartikan mendukung lho,” kata Fathoni kepada lensaindonesia.com, Minggu (18/03/2018).

Jubir Sekber Pemenangan Khofifah-Emil Kota Surabaya, Arif Fathoni, SH.

Kemudian di foto yang kedua, lanjut Fathoni, petugas PPL melakukan foto bersama sambil mengacungkan dua jari yang melambangkan nomor urut cagub tersebut.

“Semua orang yang melihat foto ini akan berpendapat bahwa petugas PPL ini merupakan pendukung cagub nomor 2,” tandasnya.

Menurut Fathoni, tindakan Ketua Panwascam dan petugas PPL tersebut layak diproses agar tidak menimbulkan kegaduhan. Mengingat posisi panwas dalam penyelenggaraan pemilu atau pilkada harus benar-benar netral.

“Kami minta Panwaslu Kota Surabaya memproses bawahannya itu. Ini (pilkada) tidak main main lho! Perlu dipahami bahwa kecurangan dalam pilkada tidak hanya terjadi di TPS, tapi bisa saja terjadi pada penyelenggaranya, dalam hal ini panwas. Kami akan serius menyorot persoalan ini,” tegas Fathoni.

Baca Juga:  Gudang logistik Polda Metro Jaya terbakar

Seperti diberitakan sebelumnya, Seorang Ketua Panitia Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) dan Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) Kelurahan nekat menyebar foto bersamanya dengan salah satu calon gubernur Jawa Timur di grup WhatsApp (WA) Panwaslu Kota Surabaya.

Tak ayal, aksi mereka pun menuai kritik dan kecaman dari para rekan profesinya. Pasalnya, pose dengan cagub nomor urut 2 itu dinilai tidak etis lantaran terkesan menunjukkan keberpihakan.

Foto tersebut diambil dari sebuah kegiatan sosialisasi salah satu cagub di Terminal Tambak Oso Wilangung pada Selasa 13 Maret 2018 lalu.@LI-13