Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Berkat Khofifah, petani Jombang ini bisa curhat pada Mentan via telpon
Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1, Khofifah Indar Parwansa memberi kesempatan pada Mustar, seorang petani di Kabupaten Jombang untuk berbicara langsung dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. FOTO: Obi-lensaindonesia.com
HEADLINE UTAMA

Berkat Khofifah, petani Jombang ini bisa curhat pada Mentan via telpon 

LENSAINDONESIA.COM: Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1, Khofifah Indar Parwansa menyapa masyarakat di Kabupaten Jombang dengan mengunjungi pasar tradisional dan bertemu petani di Desa Sukorejo, Kecamatan Perak, Kamis (22/03/2018).

Dari silaturahmi ini, Khofifah dapat mendengar berbagai keluh kesah dan persoalan secara langsung dari pedagang di pasar dan kalangan petani.

Pada kesempatan itu, mantan Menteri Sosial (Mensos) ini menyampaikan, bahwa keberadaan pasar tradisional harus dilindungi dan tetap didukung dengan pembaharuan fasilitas.

“Mengingat antusiasme masyarakat dalam kegiatan jual beli di pasar tradisional. Sehingga upaya pemerintah harus diperkuat dalam menumbuhkan ekonomi mikro agar pasar tradisional tetap bisa berkembang tanpa harus menjadi korban oleh berkembangnya ritel modern,” kata Khofifah kepada lensaindonesia.com usai sapa pedagang dan pembeli Pasar Perak.

“Karena intensitas jual beli yang sangat tinggi, sehingga pasar harus diperluas dan tetap mengedepankan pedagang yang sudah berjualan. Jangan pernah meninggalkan mereka yang sudah hidup di pasar tradisional Perak,” terangnya.

Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan infrastruktur harus mendapatkan perhatian dengan memperluas pasar sebagai pasar yang nyaman, supaya kelas menengah mau berbelanja ke pasar tradisional. “Pada saatnya kita sudah harus menggalakkan ayo bergerak di pasar tradisional, ketika infrastruktur sudah dibenahi,” tandasnya.

Selain pembenahan infrastruktur, lanjut dia, peningkatan pertumbuhan ekonomi juga harus dipenuhi. Dengan bekerja sama bank-bank penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Usai dari pasar tradisional, Khofifah menyapa petani di Desa Sukorejo. Di areal persawahan tersebut dilakukan dialog ringan keluh kesah persoalan yang dihadapi oleh petani.

Dalam kesempatan itu, petani langsung mengeluhkan soal persedian pupuk dan irigasi persawahan yang selama ini menjadi kendalanya.

Ketua Kelompok Tani (Poktan) Sukorejo, Mustar mengatakan bahwa selama ini petani di daerah ini sangat kesulitan mendapat pupuk. Beberapa kali upaya mendapatkan akses kemudahan dalam pasokan pupuk dengan meminta bantuan ke dinas terkait namun harapan tersebut hampa dan tak sesuai dengan keinginan.

Baca Juga:  Whisnu Sakti Buana resmi daftar Cawali Surabaya lewat PDIP

“Iya, mungkin ibu bisa membantu solusi bagaimana petani sangat sulit mendapatkan pupuk. Kita sudah mengajukan, Butuh pupuk ZA (Zwavelzure Ammoniak) tapi yang di dapet urea,” keluhnya kepada Khofifah dalam dialog di gubug tengah areal persawahan Desa Sukorejo, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang.

Mendapatkan keluhan petani, Khofifah pun sontak menjawab dengan menghubungi langsung Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman untuk meminta bantuan agar mengirimkan pupuk dan menuntaskan soal irigasi pertanian.

“Maaf bapak, kami sedang berada di Jombang, bersama Poktan Sukorejo, Perak. Jadi, mereka berharap ada P2AT (Proyek Pengembangan Air Tanah) sumur tanah. Lalu mereka masih agak susah dapat pupuk ZA itu yang keluar urea,” Khofifah menyampaikan kepada Mentan melalui sambungan seluler miliknya.

Seketika itu, Khofifah Langsung menghubungkan seluler kepada Mustar untuk berbincang langsung kepada Mentan. Keluhan Mustarpun dijawab oleh Mentan dengan segera akan dilakukan pengiriman bantuan yang diminta.

“Iya, kami petani disini perlu pupuk ZA tapi kita mendapatkan urea,” keluh Mustar kepada Mentan dalam telewicara bersama Khofifah.

Menanggapi permintaan dan keluhan petani desa Sukorejo. Mentan menjawab agar alamat dikirim melalui SMS, biar barang yang diminta segera dikirim. “Nanti di-SMS-kan saja alamatnya nanti aku kirim. Catat saja pupuk urea atau apa segala macam,” jawab Andi dalam percakapan itu.

Menutup perbincangan, Khofifah langsung menyampaikan terima kasih kepada Menteri Pertanian. “Di sini petani Jombang, sangat antusias dalam menggarap sawah. Panen dalam satu tahun bisa tiga kali. Sehingga siap memenuhi target padi yang diinginkan dan sesuai program pak Menteri, Terima kasih,” ucap Khofifah seraya menutup perbincangan.

Terkait petani, Khofifah menjelaskan jika hal itu sudah ada dalam nawa bakti satya yakni jatim akses dan jatim berdaya yang keduanya mempunyai keterkaitan dalam pengembangan infrastruktur dan konektivitas produk pertanian yang lebih luas. “Ini ada di dalam Nawa Bakti Satya,” pungkasnya.@Obi

Khofifah bersama petani  Desa Sukorejo, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang Kamis (22/03/2018).
Khofifah bersama petani Desa Sukorejo, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang Kamis (22/03/2018).
Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1, Khofifah Indar Parwansa bertemu pedagang Pasar Perak, Kabupaten Jombang, Kamis (22/03/2018).
Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1, Khofifah Indar Parwansa bertemu pedagang Pasar Perak, Kabupaten Jombang, Kamis (22/03/2018).