LENSAINDONESIA.COM: Dua calon Wali Kota Malang HM Anton dan Dr. Ya’qud Ananda Gudban kembali diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Aula Rupatama, Mapolres Malang Kota, Kamis (22/03/2018).

Keduanya diperiksa sebagai tersangka  terkait kasus dugaan suap P-APBD tahun 2015.

Selain Anton dan Ya’qud, KPK juga memeriksa 24 anggota DPRD Kota Malang.

“Mereka diperiksa sebagai saksi terhadap tersangka yang sudah ditetapkan,” kata Kepala Biro Pemberitaan KPK, Priharsa Nugroho.

HM Anton saat tiba di Mapolres Malang Kota enggan diwawancarai wartawan. “Nanti saja ya,” kilahnya dia sembari masuk ruang pemeriksaan.

Sedangkan Ya’qud Ananda Gudban terlihat lebih santai. Bahkan dia menyapa duluan  terhadap para wartawan yang hendak wawancara. “Gimana kabarnya? Sehat ya,” kata dia sembari tersenyum dan masuk ruang Rupatama Mapolres Malang Kota.

Sementara itu para anggota DPRD Kota Malang yang jadi terperiksa sebagai saksi juga berdatangan di Malolres Makota. Di antara mereka terlihat Dra. RM. Een. Ambarsari,
Teguh Puji Wahyono, Suparno Hadiwibowo, Sulik Lestyawati, Imam Fauzi.

Lalu Ketua DPRD Kota Malang, Abd Hakim, Salamet, Mohan Katelu, Sahrawi, Suprapto, HM Zainuddin AS, Wiwik Hendri Astuti.

Selain itu Asia Iriani, SE, Drs. Ec. Imam Ghozali,  Mohammad Faslitas,  Rahayu Sugiarti, Hery Subiantono, Dra. Hj. Heri Pudji Utami, M.AP,  Syamsul Fajrih, Choirul Amri, H Abd Rachman, Sugiarto, dan Afdhal Fauza.@aji