LENSAINDONESIA.COM: Sebagai kota penyanggga ibukota DKI Jakarta, Kota Bekasi memiliki peran besar dalam menyelamatkan DKI Jakarta dari problem sampah. Pasalnya, penggunaan lahan Bantar Gebang Kota Bekasi sebagai Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), kini per hari menampung sampah mencapai kapasitas angkut sebanyak 7000 ton.

Bukan cuma lahan yang dikontribusikan Kota Bekasi untuk sampah Jakarta. Namun, infrastruktur jalan di Kota Bekasi juga dikontribusikan untuk dilewati secara bebas oleh truk-truk pengangkut sampah Jakarta. Setiap hari sedikitnya 1200 unit truk pengakut sampah dan membuang ke TPST Bantar Gerbang.

Praktis, warga Kota Bekasi juga harus rela menerima polusi sampah  yang diangkut dari Jakarta. Karena itu tidak berlebihan bila Sekretaris Provinsi DKI Jakarta Saifullah memiliki tanggungjawab moral terhadap Pemkot Bekasi.

“Dengan kapasitas angkut sampah sebanyak 7000 ton/hari dan 1200 truk/hari melintasi kota bekasi Pemprov DKI memiliki tanggung jawab moral kepada Pemkot Bekasi,” ucap Saifullah.

Pemprov DKI pum membuktikan tanggungjawabnya. Antara lain, Syaifullah menjanjikan akan menambah hibah truk sampah untuk Kota Bekasi.  “Beberapa waktu lalu kita telah menghibahkan 50 truk sampah laik jalan kepada Pemkot Bekasi dan apabila masih kurang kita akan tambah lagi jumlah nya,” kata Saifullah di acara Groundbreaking pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTsa) Bantar Gebang, Rabu (21/3/2018).

TPST Bantar Gebang ini, diakui Syaifullah, memberikan lapangan kerja terhadap 740 orang karyawan. Mereka bergaji sesuai UMK dan mendapatkan bonus tambahan. Masing-masing menerima penghasilan per bulan anara Rp 4 juta sampai Rp 9 juta. “Hal ini lebih baik setelah Bantar Gebang dikelola Pemprov DKI Jakarta,” kata Syaifullah. @sofie

Penjabat Wali Kota Bekasi, R Ruddy Gandakusumah mengapresiasi dan memberi dukungan atas pembangunan PLTsa di Bantar Gebang. Dia  dan diharapkan hal serupa dapat diterapkan di TPST milik pemkot Bekasi.” kita berharap kedepan kota bekasi juga mampu melakukan hal yang sama karna kita juga memiliki TPST sendiri,” ucapnya.

“Semoga pembangunan PLTsa dapat memecahkan permasalahan sampah, tetapi juga lebih bisa dimanfaatkan terutama untuk listrik, karena salah satu produk  adalah listrik,” harapnya. @sofie