LENSAINDONESIA.COM: Terkait kasus skimming (penyedotan saldo rekening bank) dengan sistem one time password (OTP) yang melanda para nasabah di beberapa perbankan memang cukup meresahkan. Hal ini terjadi saat nasabah melakukan transaksi menggunakan mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri) yang tiba-tiba saldo di rekeningnya berkurang. Keresahan ini juga tak menutup kemungkinan melanda pada para pengguna Fintech (Financial Technology) yang mengharuskan deposit dana pada penyedia jasa transksi online.

Nyatanya, kasus sedemikian rupa ini juga disikapi oleh pihak Telkomsel terkait produknya yang mengusung transaksi fintech melalui T-Cash. Pihak Telkomsel menjamin bahwa transaksi melalui T-Cash ini cukup aman karena mengusung sistem berbeda dengan ATM.

Dikonfirmasi melalui Danu Wicaksana, CEO T-Cash mengatakan, T-Cash merupakan uang elektronik server-based, artinya dana pelanggan disimpan pada server yang terkait langsung dengan nomor Telkomsel pelanggan. Sehingga uang pelanggan tetap terjaga kendati ponsel (misalnya) hilang. Dari sisi penggunaannya, T-Cash menggunakan PIN di setiap transaksi, sehingga keamanan dijamin aman.

“T-Cash juga memiliki batasan dana yang bisa didepositkan oleh pelanggan, yakni Basic Service (hingga Rp1 Juta) dan Full Service (hingga Rp10 Juta), dimana khusus untuk pelanggan Full Service harus melakukan pendaftaran dengan kartu pengenal resmi (KTP/KK) ke Grapari untuk memastikan data dirinya valid. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, T-Cash memiliki Fraud Team yang bertugas memonitor transaksi pelanggan dan memastikan agar tak ada transaksi yang dianggap mencurigakan,” tandas Danu saat dihubungi Lensaindonesia.com, Jumat (23/03/2018).

Danu menambahkan, dari Value Proposition, fungsi yang holistik, merupakan produk yang mudah digunakan dan promosi menarik sepanjang tahun. T-cash juga bisa digunakan untuk pembayaran lebih dari 50.000 merchant outlets, seperti KFC, Starbucks, McDonald’s, Cha Time, Indomaret, Alfamart, dan sebagainya.

“Di sisi Point of Services, sudah hampir 100,000 lokasi di Indonesia sudah melakukan registrasi T-Cash, isi saldo TCASH, upgrade akun, ambil saldo, dan lainnya. Untuk Reliability and Safety, platform teknologi T-Cash (mobile app, back-endsystem) tetap aman dan stabil. Juga nyaman dipakai (mobile app berdesain yang user friendly), dan terpercaya ( jarang error, transaksi gagal, dan lain-lain). Kami juga sedang mengembangkan fitur e-KYC (electronic-Know Your Customer) dan QR Code yang dinamis. Dari sisi Accessibility, adanya berbagai interface produk seperti aplikasi, USSD dan sticker NFC mengkondisikan T-Cash mudah diakses berbagai jenis lapisan masyarakat Indonesia, baik pengguna ponsel smartphone maupun ponsel non-smartphone,” papar Danu.

Dalam waktu dekat, lanjut Danu, T-Cash bakal meluncurkan aplikasi TCASH Wallet terbaru lebih personal, intuitif, dan tangkas. Pada inovasi terbaru ini, akan disematkan fitur baru diantaranya electronic-Know Your Customer (e-KYC), membantu pelanggan dengan akun basic untuk meng-upgrade akunnya menjadi full service tanpa mengunjungi GraPari. Berikutnya, T-Cash juga akan mengembangkan fitur 3 Agnostik, dimana T-Cash bisa digunakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, tanpa terbatas pada penyedia layanan provider yang mereka gunakan.

“Di sisi layanan, kami akan menawarkan berbagai produk finansial kepada pelanggan-pelanggan kami, seperti asuransi, pinjaman, dan lain-lain serta transportasi yang juga menjadi fokus utama layanan kami di tahun ini,” jelas Danu.

Terkait kebijakan penertiban Fintech yang dicanangkan pemerintah, Danu memastikan bahwa T-Cash mendukung penuh inisiatif dan peraturan dari pemerintah, sebab diyakini bermanfaat dalam pengembangan eksosistem teknologi finansial di Indonesia.

“Kami selalu memastikan jika fitur-fitur dan layanan kami sudah sesuai aturan yang berlaku, dan sudah mengantongi izin resmi dari pemerintah, melalui Bank Indonesia. Kami pun merasa senang bisa menjadi perusahaan fintech pertama yang memperoleh izin resmi untuk pengembangan dan penggunaan QR Code, serta fitur e-KYC dengan video call yang bakal segera kami perkenalkan di aplikasi TCASH Wallet terbaru nanti,” pungkas Danu.

Saat ini, terdapat lebih 20 juta pelanggan T-Cash yang tersebar dari 34 provinsi di Indonesia lebih dari 10 juta bertransaksi di setiap bulannya. Mayoritas pengguna memanfaatkan dana tersimpan untuk belanja pulsa atau paket data, pembayaran atau pembelian token listrik PLN, PDAM, dan asuransi,  pembelian voucher game, pembayaran di merchant atau restoran, pengiriman dana ke akun TCASH atau akun bank (remitansi), pembayaran e-commerce, dan lainnya.@Eld-Licom