Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Mahasiswa UK Petra raup omset Rp10 juta per hari lewat Kai Hotel and Restaurant
EDUKASI

Mahasiswa UK Petra raup omset Rp10 juta per hari lewat Kai Hotel and Restaurant 

LENSAINDONESIA.COM: Tak seperti biasanya, gedung Ferry Teguh Santosa lantai 2 kampus Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya bernuansa Jepang. Tak heran, karena mahasiswa semester 6 Program Studi Manajemen Perhotelan UK Petra tengah mengerjakan proyek mata kuliah Manajemen Operasional Hotel (MOH).

Para mahasiwa ini diajak merasakan langsung bagaimana mengelola empat unit bisnis sekaligus yaitu restoran, laundry, hotel dan pastry-bakery. Mereka menamainya Kai Hotel and Restaurant.

“Nama Kai sendiri diambil dari kata Kaizen yang berarti continuous improvement. Harapannya kami dapat memberikan yang terbaik sehingga seluruh aspek dalam hotel dan restaurant terus mengalami perkembangan kearah yang lebih baik agar membuat konsumen makin terkesan,” urai Ferren Gozaly selaku General Manager Kai Hotel and Restaurant, Selasa (27/3/2018).

Beranggotakan 76 mahasiswa/i semester 6, mereka menjalankan operasional selama 25 hari kerja terhitung mulai tanggal 20 Februari hingga 4 April 2018. Konsep yang dipilih Japanese City Night Life, sehingga tercipta suasana layaknya sedang berada di kota besar Jepang yang banyak dihiasi lampu gedung.

Nuansanya modern tapi menyenangkan namun tetap elegan. Suasana night life dihadirkan melalui dekorasi dengan gambar gedung tinggi perkotaan dilengkapi dengan lampu yang semarak.

Sebelum operasional, para mahasiswa melakukan persiapan selama kurang lebih dua bulan. Persiapan itu antara lain pemilihan general manager, directors, managers dan pembagian kelompok-kelompok kecil yang menjalankan operasional. Kelompok kecil ini menjalankan operasional dengan sistem rolling.

Total ada 37 menu yang terdiri dari 5 appetizer, 4 soups, 10 main courses, 3 dessert dan 15 minuman yang disajikan. “Tiap hari omset dari empat unit ini antara Rp4 juta hingga Rp10 juta. Untungnya gak besar tapi sudah balik modal,” tuturnya.

Dia mengatakan dengan praktek semacam ini membuatnya mampu merasakan dunia industri, meski dalam skala kecil. “Saya sendiri sebagai GM, merasakan betul bagaimana mengelola manajemen dan mengelola konflik yang ada di organisasi ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Polrestabes Surabaya terima hibah Rantis canggih, menyala jika ada perintah dari kapolres

Kepala Program Studi Manajemen Perhotelan UK Petra Endo Wijaya Kartika, S.E., M.M., mengatakan masa praktek ini sengaja dibuat untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat dari semester sebelumnya sekaligus melatih para mahasiswa untuk siap terjun dalam dunia kerja yang sesungguhnya. “Implementasi real bisnis ini sebagai ajang berlatih,” ungkap Endo. @licom