LENSAINDONESIA.COM:  Presiden Joko Widodo berjanji sertifikasi seluruh tanah warga di Jatim tuntas tahun 2023. Janji tersebut disampaikan presiden yang akrab disapa Jokowi ini saat menyerahkan 5.153 sertifikat tanah warga Malang Raya di GOR Ken Arok, Kota Malang, Rabu (28/3/2018).

“Pada tahun 2023 seluruh tanah warga di Jatim insyaa Allah dirampungkan. Itu sudah menjadi target saya,” kata Jokowi.

Jokowi sangat bersemangat untuk menyelesaikan program sertifikasi tanah itu. Alasannya, karena dia mengaku kalau melakukan kunjungan ke daerah-daerah dan kampung-kampung selalu dikeluhkan masalah tanah.

“Sengketa tanah banyak terjadi hampir dimana-mana. Sengketa tanah antar warga, masyarakat dengan BUMN, masyarakat dengan perusahaan dan lain sebagainya,” kata dia.

Makanya, dia berharap kedepan tidak ada lagi sengketa soal tanah itu. Untuk itu dia menargetkan tahun 2018 ini bisa mensertifikasi 7 juta bidang tanah.

Kalau tahun 2017 kata dia ditargetkan 5 juta. “Alhamdulillah Menteri Agraria dan Tata Ruang bisa memenuhi target itu. Bahkan lebih dikit,” kata dia sembari tersenyum.

Sedangkan untuk tahun 2019 dia menargetkan 9 juta sertifikat tanah rakyat. Menurut dia prosesnya harus dipercepat.

Itu karena, tandas dia,  ada 126 juta tanah yang belum tersertifikasi.  Dari jumlah tersebut baru 52 juta tanah yang telah disertifikasi. Itu berarti belum separuhnya.

“Makanya prosesnya itu dipercepat dan targetnya terus ditingkatkan. Sebab, sebelumnya hanya 400 ribu sampai 600 ribu sertifikat. Kalau pakai pola sebelumnya ya bisa 160 tahun sertifikasi itu baru tuntas,” kata kader PDIP ini.

Karena itu dia minta agar Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil bisa memenuhi target yang sudah ditetapkan. “Kalau tak penuhi target ya saya copot,” tandasnya sembari tertawa.

Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil melaporkan bila sertifikasi yang diserahkan pada warga Malang Raya sebanyak 5.153 sertifikat. Untuk Kabupaten Malang sebanyak 4000, Kota Batu 25 dan Kota Malang 1.128 sertifikat.

“Sedangkan untuk wilayah Jatim tahun ini ditargetkan 1,6 juta sertifikat. Dan tahun 2023 untuk seluruh wilayah Jatim tuntas,” katanya. @aji