Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Dirjen PPI Kemenkominfo ingkar janji, pengusaha outlet kartu seluler ancam demo
Ketua KNCI Malang Hery Widodo (tiga dari kanan) saat mengumumkan rencana aksi di Malang, Minggu (01/04/2018). FOTO: aji-licom
HEADLINE JATIM RAYA

Dirjen PPI Kemenkominfo ingkar janji, pengusaha outlet kartu seluler ancam demo 

LENSAINDONESIA.COM: Sekitar 600 pengusaha outlet kartu seluler di Malang mengancam akan gelar demo. Ini akibat Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dinilai wanprestasi alias ingkar janji.

Hery Widodo, Ketua Kesatuan Niaga Celuler Indonesia (KNCI) Malang Raya mengatakan,  sesuai kesepakatan, outlet juga diberi kebebasan melakukan registrasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk kartu keempat konsumen. “Namun sampai sekarang tidak jelas,” kata dia yang diamini Jubir KNCI Malang Zulham A Mubarok, Senin (02/04/2018).

Akibat tak terealisasinya sistem tersebut, kata dia, para pengusaha outlet kartu perdana seluler mengalami kerugian. Bahkan untuk satu provider saja, semacam Telkomsel satu bulan ditargetkan Rp14 miliar. Belum lagi provider lainnya.

Menurut dia, kartu perdana itu mangkrak tak terjual. Penyebabnya, kata dia, karena adanya aturan pembatasan satu NIK hanya tiga kali registrasi.

“Saat pertemuan dengan Dirjen PPI Kemenkom Info bersama provider, ATR dan KNCI disepakati bila untuk registrasi kartu keempat dan seterusnya bisa dilakukan di konter  atau outlet. Namun sampai saat ini belum direalisasikan, ” tegasnya.

Sebab itu, dia minta agar ketentuan pembatasan registrasi NIK hanya untuk tiga kartu perdana dicabut. Sebab, ketentuan tersebut dinilai sangat merugikan masyarakat.

“Selain itu apa Dirjen PPI Kemenkom Info mau bertanggung jawab kalau data masyarakat itu disalahgunakan. Karena itu kami berharap Presiden Jokowi turun tangan,” harapnya.@aji

Baca Juga:  91 Pati TNI terima Tanda Kehormatan