LENSAINDONESIA.COM: Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI)Taiwan menggelar acara kelulusan bagi 21 siswa kejar paket C di Taipei, Taiwan, Minggu (01/04/2018) .

Kegiatan ini merupakan wadah pembuktian organisasi bentukan PPI Taiwan untuk mewujudkan impian pendidikan warga negara Indonesia. Penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan ini sudah berlangsung selama 5 tahun.

Dalam sambutanya, Ketua PPI Taiwan Sutarsis menyampaikan rasa bangga kepada pekerja migran yang berhasil menuntaskan pendidikan hingga lulus. Pihaknya berharap dengan ilmu yang didapat berhasil meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan menjadi modal dalam mengarungi kehidupan selanjutnya.

“Ingat, ilmu tidak hanya ijazah tapi bagaimana ilmu bisa diterapkan salam hal peluang bisnis, menciptakan produk dan manajeman untuk meraih sukses,” kata Sutarsis dalam sambutanya.

Sementara itu, Tri Djulyanto selaku perwakilan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) mengapresiasi tekad para siswa menyelesaikan pendidikan pendidikan dan harus membagi waktu belajar di kala kesibukannya.

“Kami (KDEI) akan terus mendukung program pendidikan layak bagi seluruh warga negara di Indonesia di Taiwan,” kata Tri Djulyanto.

Menurut Tri, melalui jalur pendidikan non formal penyetaraan yang sesuai standar nasional pendidikan, diharapkan akan mempermudah akses semua pihak untuk dapat mengenyam pendidikan. Selain acara wisuda, PKBM PPI Taiwan juga memberikan piagam penghargaan bagi pelajar yang berprestasi.

“Pemberian penghargaan ini diharapkan memicu semangat para siswa untuk belajar lebih giat,” tambahnya.

Penandatangan perjanjian kerjasama (MOU) antara PKBM PPI Taiwan oleh Edi Sampurno Ridwan selaku kepala PKBM dengan Global Worker Organization (GWO) yang diwakili oleh Karen Hsu.

Selain acara Acara wisuda, kegiatan ini juga dilakukan penandatangan perjanjian kerjasama (MOU) antara PKBM PPI Taiwan yang diwakili oleh Edi Sampurno Ridwan selaku kepala PKBM dengan Global Worker Organization (GWO) yang diwakili oleh Karen Hsu.

Dalam kerjasama tersebut tertuang kesepakatan diadakan kerjasama pelatihan program belajar bahasa Mandarin selama setahun bagi seluruh PMI Taiwan yang terdaftar tanpa dipungut biaya.

Bagi peserta training tersebut selain mendapatkan pembelajaran bahasa Mandarin juga akan mendapatkan sertifikat pelatihan.

Kepala Yayasan Pendidikan Taiwan, Hasan Ismail menyampaikan program dan inovasi yang dilakukan oleh PKBM PPI Taiwan dapat semakin menarik minat siswa untuk bergabung.

“PKBM PPI Taiwan tidak akan berhenti berinovasi. Program ini tentinya semakin mendorong siswa giat belajar,” katanya.@wan