LENSAINDONESIA.COM: Rahmad Anggi Kurniawan (22) ditemukan bersimbah darah di Jl Bendul Merisi Utara Surabaya, Selasa (03/04/2018) sekitar pukul 03.30 WIB.

Akibat luka serius di bagian kepalanya, pemuda asal Kabupaten Jember tersebut terpaksa harus dilarikan ke UGD RSAL Dr. Ramelan Surabaya untuk menjalani perawatan medis.

Dugaan sementara, Rahmad merupakan korban penganiayaan.

Menurut informasi yang dihimpun lensaindonesia.com, Rahmad ditemukan dalam kedaan terluka oleh para karyawan catering Sonokebang. Meski bersimbah darah, pemuda berbadan kekar itu menolak diberipertolongan. Malah dia bangkit dan berjalan menuju arah ke barat dan meninggalkan sepeda motor Jupiter Z nopol L 6233 WO yang dikendarainya di sekitaran katering Sonokembang.

Rupanya Rahmad menuju sebuah perumahan di Jl Bendul Merisi Utara 1 Surabaya. Di tempat itu, ia terlihat berusaha membuka gerbang perumahan. Diduga terlalu banyak darah yang keluar, Rahmad akhirnya ambruk didepan gerbang perumahan. Security setempat yang mengetahui kejadian itu kemudian melapor ke Polsek Wonocolo.

Kapolsek Wonocolo Kompol Budi Nurtjahjo mengatakan, saat mendapat laporan tersebut pihaknya langsung datang ke lokasi kejadian. “Melihat korban masih hidup, korban langsung kami bawa ke UGD RSAL Dr Ramelan untuk mendapat penanganan,” ujarnya, Selasa (03/04/2018).

Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Wonocolo Ipda Mudjiani mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan penyelidikan terhadap korban (Rahmad), terlebih penyebabnya hingga kepalanya bersimbah darah.

“Ya saat ini sedang kami selidiki, apakah korban ini menjadi korban penganiayaan atau kecelakaan biasa. Tentunya kalau nanti murni kecelakaan akan kami serahkaan ke Unit Laka Lantas,” katanya.

Pasalnya, masih kata Mudjiani, tidak ada yang tahu pasti kejadian yang menimpa korban. Itu sebabnya pihaknya masih melakukan penyelidikan.

Bahkan, polisi sudah memeriksa teman kos korban. Dari sana polisi mendapat keterangan bahwa saat itu korban meminjam motornya (Jupiter Z nopol L 6233 WO). Korban mengatakan pada temannya itu dipinjam sebentar untuk beli makan. Lama tidak kembali, teman korban malah dapat kabar bahwa korban sedang dirawat di rumah sakit.

“Lukanya itu bukan seperti luka bacokan, tapi seperti bolong. Itu letaknya pas dikepalanya. Nah saat ini korban sedang mendapat perawatan intensif. Nanti kalau korban sudah sadar baru bisa kami interogasi,” tutup Mudjiani.@nanda