Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Mahasiswa baru Unusa dapat fasilitas tablet e-sorogan
EDUKASI

Mahasiswa baru Unusa dapat fasilitas tablet e-sorogan 

LENSAINDONESIA.COM: Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) terus berinovasi. Salah satunya dengan memberikan fasilitas tablet bagi seluruh mahasiswa baru Unusa.

Total akan ada 1.450 tablet yang dinamai ‘E-Sorogan’ bakal dibagikan kepada mahasiswa baru. Rektor Unusa Prof Dr Ir Achmad Jazidie, M.Eng memastikan secara simbolik pada calon mahasiswa yang telah melakukan pendaftaran ulang, Jumat (6/4/2018).

“Ini adalah komitmen dari kami untuk terus mengembangkan model pembelajaran interaktif berbasis IT. Selain membagikan kepada para mahasiswa baru, dosen juga terus kami dorong untuk mengembangkan pembelajaran dan modul-modul interaktif,” katanya.

Cara belajar sorogan selama ‘ini lazim diterapkan di pondok pesantren [ponpes). Biasanya, santri yang sedang menimba ilmu dan siap diuji menyodorkan (sorogan) buku ajar atau kemampuan bacaan Al-Quran ke kiai. Sang kiai kemudian menyimak kemampuan santri tersebut, dan langsung mengoreksinya ketika ada kesalahan.

Pola ini diadopsi Unusa. Lembaga pendidikan tinggi yang dikelola Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis) ini sejak awal tahun pelajaran 2017-2018 lalu resmi menggunakan metode belajar sorogan.

“Berbeda dengan sistem belajar sorogan di pesantren. karena yang dlterapkan Unusa, sorogan berbasis elektronik (e-Sorogan). Caranya dengan memanfaatkan tablet sebagai pengganti buku. Selain lebih praktis, cara ini mengurangi penggunaan kertas dalam sistem perkuliahan,” katanya.

Kampusnya menggandeng salah satu merek penyedia tablet dengan mempertimbangkan empat hal, terkait dengan pengadaan, penyiapan sistem, pelatihan, serta pemanfaatan jaringan. Selain itu, penyedia tablet bersedia melakukan pelatihan dan upgrade pengetahuan teknologi terbarunya bagi dosen dan karyawan.

Lewat tablet ini, mahasiswa bisa mengakses jadwal perkuliahan, praktikum dan beberapa pengumman. Juga dilengkapi dengan radio dan televisi Unusa, dalam satu platform.

Ditambahkannya, latar belakang penerapan e-sorogan ini karena dunia pendidikan tidak bisa lagi dilepaskan clari kemajuan teknologi. Apalagi saat ini sudah mulai memasuki revolusi industri keempat di mana sudah masuk era internet of things.

”Sebenarnya Unusa sudah terlambat. Harusnya pada tahun 2014 lalu, tapi karena Unusa masih baru lahir ya tidak ada salahnya diterapkan sekarang,” ungkapnya.

Salah satu mahasiswa S1 Fakultas Gizi yang menerima fasilitas, Ananda Ayu Safa’tulillah mengaku bersyukur. Sebenarnya ia tak tahu jika di Unusa ada fasilitas tablet kepada para mahasiswanya.

“Alhamdulillah kan bisa cari di info lebih cepat karena ada fasilitas tablet e-sorogan,” ujarnya.

Di hari yang sama, seluruh dosen Unusa dilatih untuk memanfaatkan e-sorogan sebagai media pembelajaran. Di samping itu juga, seluruh dosen Unusa mendapat tablet e-sorogan. @licom