Advertisement

LENSAINDONESIA.COM:  Masyarakat diminta untuk mewaspadai kejahatan pencurian bermodus baru jadi driver “ojek online” (Ojol) dengan umpan cewek. Beberapa bulan terakhir di Kota Bekasi, Jawa Barat dilaporkan ada 50 kejadian serupa dengan TKP (Tempat Kejadian Perkara) tersebar. Semuanya sasarannya motor.

Modus baru ini berhasil dibongkar Tim Reskrim Polresmetro Bekasi Kota, setelah berhasil  meringkus 5 orang di antara para pelaku kejahatan kendaraan bermotor tersebut.

“Modus baru pencurian dengan berpura pura menjadi tukang ojek online. Mereka berkeliling mencari mangsa. Begitu menemukan mangsa, mereka langsung beraksi,” jelas Kapolresmetro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto, Senin (9/4/2018) di Mapolresmetro Bekasi Kota.

Ada pula yang modusnya menyamar tukang ojek dengan membawa penumpang cewek sebagai umpan. Selain itu, ada yang bermodus sedang berpacaran santai berboncengan motor. Pelaku membawa kendaraan keliling ke sana kemari untuk cari sasaran.

Dalam aksinya, para pelaku melengkapi dirinya dengan senjata tajam jenis pisau, golok, bahkan ada yang menggunakan senjata api palsu hanya untuk menakut nakuti korban. Dalam praktik menyikat motor, pelaku juga menggunakan modus lama memakai alat kunci leter T.

Menurut Kapolres, pelaku yang memboceng cewek itu, begitu ada sasaran motor diparkir dalam keadaan sepi, pelaku langsung berhenti. Keduanya pura-pura ngobrol layaknya sepasang kekasih, namun melihat situasi. Kondisi dirasa aman, si pria beraksi menghidupkan mesin motor sasaran pakai kunci leter T. Si cewek bertindak mengawasi dan stanby di motornya. Dalam hitungan menit begitu  mesin motor dapat dihidupkan, keduanya kabur dengan motor masing-masing.

Kapolres Indarto  mengakui, barang bukti yang berhasil diamankan untuk sementara baru 3 motor hasil curian,  satu buah kunci leter T berikut 8 mata kuncinya, 5 plat sepeda motor, 1 buah helm dan jaket ojek online, 2 bilah sajam dan 1 pucuk senjata api mainan.

“Dari 50 TKP baru tiga unit motor yang berhasil diamankan kepolisian. Polres terus melakukan penyelidikan keberadaan motor-motor curian tersebut,” kata Indarto.

Kapolres Indarto menambahkan, selain 5 tersangka yang ditangkap, kini Polres masih memburu 3 tersangka lain.

“Salah satu DPO kita ada perempuan yang berinisial YT. Para pelaku dipimpin oleh salah seorang pelaku berinisial AK,” tambah Indarto.

Sepeda motor curian dijual kepada penadah diwilayah Karawang berinisial MD yang saat ini juga masih buron.

“Uang hasil kejahatan tersebut oleh para pelaku digunakan untuk membeli narkoba dan judi online,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu korban pencurian, Yogi Prasetya (23), warga Setia Mekar, Tambun Selatan menuturkan bahwa sepeda motornya hilang sejak 25 Maret.

“Saya gak tau persis kejadiannya, karena jam 2 malam sampai jam 3 pagi masih ada, tapi pas jam 4 motor saya sudak tidak ada,” ungkap Yogi kepada wartawan saat menerima secara simbolis penyerahan motor miliknya yang berhasil ditemukan polisi. Yogi pun berterima kasih kepada Kapolres yang menyerahkan motor itu.

“Hingga saat ini baru 12 berkas penyidikan, dan motor yang kami sita sebanyak empat unit. Jadi kalau 50 TKP seharusnya ada 50 unit sepeda motor,” tandas Indarto. @sofie