Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Mark Zuckerberg meminta maaf Facebook disalahgunakan untuk sebar berita palsu dan ujaran kebencian
Mark Zuckerberg. FOTO: reuters
Amerika

Mark Zuckerberg meminta maaf Facebook disalahgunakan untuk sebar berita palsu dan ujaran kebencian 

LENSAINDONESIA.COM: Pemilik Facebook Mark Zuckerberg meminta maaf jejaring sosial yang diciptakanya telah disalahgunakan sebagai alat untuk menyebar berita palsu dan menyerang pihak lain dengan ujaran kebencian.

Pernyataan tersebut diampaikan kepada kongres Komisi Energi dan Perdagangan DPR Amerika Serikat.

Menurut Mark Zuckerberg, media sosial tersebut tidak cukup mencegah dirinya dan data penggunanya telah disalahgunakan selama beberapa selama beberapa tahun.

“Sudah jelas saat ini bahwa kami tidak cukup mencegah alat-alat disalahgunakan untuk melukai. Data-data itu dijadikan berita palsu, campur tangan asing dalam pemilu, dan ujaran kebencian,” katanya dalam kongres seperti dikutip Reuters, Selasa (10/04/2018).

Menjelang kongres tersebut, Mark Zuckerberg bertemu para legislator di Captitol Hill.

Agenda utama dengar pendapat itu adalah mendengarkan pengakuan pihak Facebook bahwa innformasi pribadi memiliki 87 juta pengguna telah secara tidak sah dibagi dengan konsultan politik Cambridge Analytica.

“Kami tidak mengambil pandangan yang cukup luas mengenai tanggung jawab kami dan itu kekeliruan besar,” ucap Mark Zuckerberg di kongres itu.

“Ini kesalahan saya dan saya minta maaf. Saya yang membuat Facebook, saya mengolahnya dan saya bertanggung jawab atas apa yang terjadi di sini,” katanya.

Fecebook yang memiliki pengguna aktif bulanan sebanyak 2,1 miliar menyatakan akan menyampaikan kepada pengguna mengenai data milik siapa yang telah dibagi dengan Cambrige Analytica.@LI-13

Baca Juga:  11 kontraktor dan SKK Migas kerja bareng tertibkan alur pengadaan