Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia melayangkan surat peringatan kedua kepada Facebook terkait penyalahgunaan data pribadi pengguna oleh pihak ketiga, Selasa (10/4/2018). Setidaknya ada 1,1 juta pengguna asal Indonesia yang ikut bocor dalam skandal pencurian data yang melibatkan Cambridge Analytic.

Surat peringatan kedua yang ditandatangani Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan itu meminta konfirmasi dan penjelasan penyalahgunaan pengguna Indonesia oleh pihak ketiga yang menggunakan aplikasi Facebook. Kominfo juga meminta agar Facebook segera memberikan hasil audit atas aplikasi dan fitur yang dikembangkan mitra Facebook.

Jika tak segera memberikan penjelasan, Menkominfo Rudiantara menegaskan Indonesia tidak akan segan untuk memblokir Facebook.”Jika pemerintah harus blokir, akan diblokir,” ujarnya.

Laporan tertulis hasil audit dibutuhkan untuk menakar dan mengukur potensi permasalahan yang timbul akibat aplikasi dan fitur yang dikembangkan mitra Facebook, termasuk bagaimana penggunaan data pribadi yang diambil oleh mitra Facebook. Selain itu, Kementerian Kominfo meminta Facebook memastikan jaminan perlindungan data pribadi sesuai dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 20 Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik.

Kementerian Kominfo menemukan informasi tambahan perusahaan yang modusnya diduga mirip Cambridge Analytica seperti CubeYou dan AgregateIQ. Aplikasi dalam bentuk kuis dan personality test itu berpotensi digunakan untuk penyalahgunaan data pribadi pengguna Facebook.

Oleh karena itu, Kementerian Kominfo mendesak Facebook menutup aplikasi atau fitur kuis personality test yang berkaitan dengan potensi penyalahgunaan data pribadi pengguna Facebook Indonesia.

Sebagai informasi, Kementerian Kominfo sebelumnya telah memberikan Surat Peringatan Pertama (SP I) pada tanggal 5 April 2018 yang isinya meminta agar menjamin perlindungan data pribadi, memberikan hasil rencana audit aplikasi dan fitur yang dikembangkan oleh mitra dan menutup aplikasi atau fitur kuis personality test yang berhubungan dengan Kasus Cambrigde Anaytica.

Pemerintah telah menerima 2 (dua) surat jawaban resmi dari Facebook atas 3 surat yang telah dikirimkan Kementerian Kominfo. Namun Kementerian Kominfo menilai penjelasan dari pihak Facebook masih kurang memadai dan belum meyertakan data yang diminta oleh Pemerintah Indonesia, sehingga langkah dan tahapan pematuhan terhadap legislasi dan regulasi dilakukan dalam melindungi hak-hak masyarakat.@licom