LENSAINDONESIA.COM: Proyek Pembangunan 18 Rumah Susun (Rusun) dan Rumah Khusus di Jawa Timur Tahun Anggaran 2018 oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) disebut ‘dikuasai’ kontraktor berinisial ‘IL’ yang merupakan orang dekat Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kemernterian PUPR.

Menurut keterangan sumber di lingkungan Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan, IL yang berkantor di kawasan Nginden Surabaya tersebut memenangkan 5 dari 7 paket proyek pembangunan rusun di Jatim dengan menggunakan ‘bendera’ berbeda (menggunakan perusahaan lain).

“Untuk 1 paket proyek Rumah Khusus yang bersangkutan juga memakai bendera orang lain,” ungkap sumber itu kepada lensaindonesia.com, Rabu (11/04/2018).

Enam bendera yang digunakan IL untuk mengukuti lelang tersebut beralamat di Jakarta dan bekasi. Berdasarkan catatan sumber di lingkungan SNVT Penyediaan Perumahan ini, bendera yang dipakai IL adalah PT MUJ (Jakarta), PT ATP (Jakarta), PT WAG (Jakarta), PT HNP (Jakarta), PT ARK (Bekasi) dan PT IB (Jakarta).

Selain paket Rumah Khusus, kata dia, 5 paket proyek Rusun yang dimenangkan IL diantaranya Paket 1, Paket 2, Paket 5, Paket 6 dan Paket 7.

Tiap paket proyek rusun tersebut memiliki nilai anggaran dan jumlah unit berbeda. Misal Paket 1 dengan nilai Rp35.006.412.000 terdiri dari 4 unit Rusun yaitu di Jombang, dua unit di Kabupaten Tulungagung dan 1 unit di Kota Surabaya. Paket 2 dengan nilai proyek Rp9.074.010.200 terdiri dari 2 unit Rusun yang akan dibangun di Jombang dan Kediri.

Lalu Paket 5 senilai Rp11.265.101.000 untuk 1 unit Rusun di Kabupaten Probolinggo. Kemudian Paket 6 senilai Rp25.015.000.000 terdiri 2 unit Rusun di Malang dan Lamongan. Dan Paket 7 dengan nilai Rp20.414.073.900 terdiri dari 3 unit Rusun yang semuanya akan dibangun di Kabupaten Jember.

“Untuk keluruhan tujuh (7) paket proyek yang terdiri dari 18 unit Rusun telah selesai dilelang Maret 2018 lalu itu akan dibangun di 12 kabupaten/kota di Jawa Timur, diantaranya 2 unit di Kabupaten Tulungagung, 2 unit di Surabaya, Kabupaten Jombang 2 unit, Sidoarjo 1 unit, Sumenep 1 unit, Banyuwangi 1 unit, Pasuruan 1 unit, Mojokerto 1 unit, Probolinggo 1 unit, Malang 1 unit, Lamongan 1 unit dan Jember 3 unit,” ungkapnya.

Terkait soal IL yang ia sebut memiliki kedekatan dengan Dirjen Penyediaan Perumahan, sumber yang berpesan agar identitasnya dirahasiakan ini pun meminta lensaindonesia.com bertanya kepada para pejabat SNVT Penyediaan Perumahan pusat atau di Jawa Timur.

“Ya memang orang dekatnya. Kalau bukan orang dekatnya mana bisa (mengatur proyek)? Kalau tidak percaya anda cari tahu sendiri,” ujarnya dengan yakin.

“Soal proyek Rusun itu coba dikonfirmasi ke Pokja SNVT Penyedia Perumahan Jatim, ada Pak Ahmad Hendrico atau Purwadi Ari. Kalau nggak salah PPKnya Pak Otfan,” tambahnya.

Bukanya Dirjen Penyediaan Perumahan Kemernterian PUPR baru menjabat November 2017 lalu? “Ya baru. Tapi beliau kan orang lama Kementerian PUPR juga, sebelumnya jadi Staf Ahli Menteri PUPR,” jawabnya.

Sumber ini juga mengaku heran IL bisa mengusai sejumlah paket proyek Rusun 2018 ini. Padahal di tahun sebelumnya beberapa proyek Rusun yang dikerjakan IL banyak terjadi masalah. Semisal proyek Rusun IL di Pasuruan dan Madiun pengerjaannya terlambat. “Malah proyek Rusunya yang di Ternate, Maluku Utara putus kontrak,” ungkapnya.

Diketahui, proyek pembangunan 18 Rusun dan 1 Rumah Khusus di Jawa Timur yang dibiayai APBN ini dilakukan untuk mengatasi backlog yang setiap tahun terus bertambah. Pada 2017 lalu, Kementerian PUPR juga telah membangun 5 unit Rusun di Jatim.

Saat ini, lensaindonesia.com masih berupaya menghubungi Dirjen Penyediaan Perumahan Kemernterian PUPR dan pihak SNVT Penyediaan Perumahan Jawa Timur untuk mengkonfirmasi informasi ini.@LI-13