HIPMI Jatim siap dorong perekonomian Indonesia melalui pemberdayaan pesantren di Jatim dengan mendirikan Ummat Mart. Foto-eld
Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jawa Timur (Hipmi Jatim) bakal membuka Ummat Mart di lingkup pesantren Jatim sebagai implementasi program penguatan ekonomi rakyat berbasis pesantren (Pesantrenpreneur).

“Untuk tahap awal kami akan membuka Ummat Mart di sepuluh pesantren, sebuah gerai pemasaran produk-produk retail yang diproduksi para santri, UMKM di sekitar pesantren, hingga produk umum dari produsen consumer good,” papar Ketua Hipmi Jatim, Mufti Anam, di sela press Conference yang berlangsung di cafe Satu Atap Surabaya, Kamis (12/04/2018).

Anam menambahkan, saat ini pihaknya tengah melakukan percepatan persiapan di sepuluh ponpes di sejumlah daerah seperti Pasuruan, Malang, Banyuwangi, hingga Probolinggo.

“Di Jatim, launching program ini akan diselenggarakan di Ponpes Bayt Al-Hikmah Pasuruan pada 12 Mei mendatang. Kelebihan dari Ummat Mart kali ini diantaranya: tanpa adanya frenchise fee, pihak pesantren bisa menggrosirkan dagangannya ke warung-warung dan harganya pun bisa selisih hingga 15 persen dari harga minimarket modern” papar Anam.

Pesantren merupakan institusi yang porto folio panjang untuk mendidik umat. Dari 30.000 pesantren dan 5 juta santri serta puluhan juta alumnus di seluruh Indonesia, pesantren merupakan entitas kuat yang tak sekedar menjadi pilar pendidikan umat, namun justru berpotensi mendorong ekonomi umat.

Program Pesantrenpreneur ini terselenggara atas kolaborasi Hipmi, Kementerian Perdagangan (Kemdag), dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) sekaligus didukung penuh oleh Presiden Ri Joko Widodo. Kolaborasi ini pun merumuskan sejumlah program kerja untuk ekonomi pesantren.@Eld-Licom