LENSAINDONESIA.COM: Penampilan pasangan calon Gubernur-calon Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut 2 Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno dalam Debat Publik Pilgub Jatim 2018 Selasa malam (10/04/2018) kemarin, berhasil mencuri perhatian publik.

Hal ini karena gaya debat mereka yang terkesan lebih tenang, santun, fokus pada jawban dan tak agresif menyerang kandidat lainnya.

Penampilan Gus Ipul-Puti dalam debat Debat Publik Pilgub Jatim 2018 Pertama dengan tema “Kesejahteraan Rakyat” tersebut juga dinilai lebih memiliki pertahatian dan komitmen tegas terhadap masyarakat ‘pinggiran’ di pelosok daerah dibanding pasangan cagub-cawagub nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak.

Hal ini disampaikan Purwadi, Koordinator Forum Komunikasi Relawan Jokowi (FKRJ) di Surabaya, Rabu malam (11/04/2018).

“Kami soroti program dan hati kandidat pada rakyat Jawa Timur. Kandidat nomor 2, Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno, punya perhatian lebih jelas dan komitmen tegas terhadap warga pinggiran. Rakyat marginal,” katanya.

Ia memberi contoh isu balita gizi buruk di Desa Kayen, Trenggalek. Cawagub Puti Guntur Soekarno telah turun ke sana, melihat langsung, dan berdialog dengan warga. Sebaliknya, Emil Dardak selama menjadi Bupati Trenggalek tidak pernah turun ke desa wilayahnya itu.

“Puti Guntur seperti Jokowi. Merakyat. Tenang dan tegar. Sedang Emil Dardak sibuk menangkis dan menyerang dengan istilah-istilah yang tidak gampang dimengerti rakyat biasa,” kata Purwadi.

Begitu pula soal data pengguna internet. Calon Gubernur Gus Ipul mempunyai komitmen untuk perluasan dan pemerataan infrastruktur internet.

Soal perluasan internet di berbagai daerah ini, Cagub nomor urut 1 Khofifah sempat mendebat pernyataan Puti.

Menurut Khofifah, melek digital bukan lagi masalah di Jawa Timur. Sebab warga di pelosok daerah sudah menggunakan internet 4G.

“Saya keliling ke kampung-kampung, barangkali Mbak Puti harus turun lagi karena mereka sudah 4G,” kata mantan Mensos itu pada debat publik kemarin.

Jawaban Khofifah soal semua warga di kampung-kampung sudah memakai 4G itu, kata Purwadi, bukanlah jawaban yang benar dan tepat.

“Komitmen untuk program perluasan dan pemerataan infrastruktur internet di daerah Gus Ipul-Puti disanggah Khofifah, dengan mengatakan masyarakat Jawa Timur di pelosok daerah sudah pakai 4-G semua. Apakah benar demikian? Kan enggak. Riset dari mana itu?” kata Purwadi.

Sementara itu, Sekretariat Nasional Jaringan Organisasi dan Komunitas Warga Indonesia (Seknas Jokowi) juga memperhatikan keterbukaan Gus Ipul, atas kekurangan pemerintahan Gubernur Soekarwo, yang dia dampingi selama dua periode, dalam mengatasi kemiskinan Jawa Timur.

“Tapi juga Gus Ipul kokoh pada data, bahwa selama Gubernur Soekarwo dan dirinya memimpin, sejak 2008-2018, angka kemiskinan di Jawa Timur turun. Jadi data dipakai untuk memahami realitas. Bukan untuk menyerang,” kata Sapto Raharjo, Ketua Seknas Jawa Timur.

Forum Komunikasi Relawan Jokowi merupakan wadah organisasi-organisasi relawan Jokowi. Seperti Seknas Jokowi, Pro Jokowi (Projo), Repdem, Sahabat Jokowi, Barisan Guruh Soekarnoputra, Relawan Jokowi (Rejo), Almishbat, Jaringan Nasional Indonesia Baru dan Masyarakat Peduli Pangan (MAPAN).

Menurut Miftah dari relawan Sahabat Jokowi, pihaknya terus bergerak ke berbagai daerah untuk membangun dukungan bagi Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno. Kandidat ini dinilai lebih berpihak pada Nawacita Presiden Jokowi.

“Kami sudah deklarasi di Malang Raya, lalu Lumajang, Jember, Lamongan. Kami akan bergerak lagi ke Jombang, Kediri, Madiun, Trenggalek, dan daerah-daerah lain,” kata Miftah.

Ia melihat, program Jokowi berorientasi pada pertumbuhan, perluasan dan pemerataan kemajuan, termasuk perhatian pada warga pinggiran.

“Isu pendidikan gratis SMA/SMK dari Gus Ipul-Mbak Puti selaras dengan pemerataan pendidikan Jokowi, dengan penuntasan wajib belajar 12 tahun,” kata Miftah.

Elemen Forum Relawan Demokrasi melihat sama. Dari isu tenaga kerja, Gus Ipul-Puti Guntur lebih mempunyai deskripsi jelas atas rencana saja yang mau dikerjakan jika terpilih dalam Pilkada Jawa Timur.

“Gus Ipul dan Mbak Puti punya kedekatan yang sangat dekat dengan kaum pekerja,” kata Rudi Rosadi, Ketua Forum Relawan Demokrasi.@LI-13