LENSAINDONESIA.COM: Kesuksesan Real Madrid menyingkirkan Juventus lolos ke semifinal Liga Champions disoroti banyak pihak. Penyebabnya adalah penalti kontroversial yang diberikan wasit asal Inggris Michael Oliver kepada tuan rumah jelang laga usai.

Sport, media yang berbasis di kota Barcelona, Spanyol membuat judul ‘El robo del siglo’ untuk headline-nya. Kalimat itu berarti ‘Perampokan abad ini’. Judul itu merujuk pada keputusan kontroversial wasit Michael Oliver memberikan penalti pada Real Madrid sesaat sebelum laga usai.
Wasit juga dianggap mengebiri Juventus karena mengkartu merah kiper utama Juventus Buffon dengan dalih menganggap sang kapten protes berlebihan. Alhasil, Cristiano Ronaldo suksesmenaklukkan kiper pengganti Wojciech Szczesny melalui tendangan penalti dan lolos dengan agregat 4-3 meskipun kalah 1-3.

Mantan wasit Spanyol, Eduardo Iturralde Gonzalez, juga memberikan pendapatnya tentang penalti menit-menit akhir yang diberikan wasit Michael Oliver. Menurutnya, dorongan Mehdi Benatia terhadap Lucas Vazquez terlalu lemah untuk dianggap sebagai pelanggaran.

Benarkah pelanggaran itu pantas berbuah penalti? “Dorongan Benatia dari belakang tidak cukup keras. Dia (Oliver) tak seharusnya meniup peluit untuk penalti,” cetus Ituralde.

Namun striker Real Madrid, Ronaldo, punya pendapat sendiri. Menurutnya, wasit Oliver tidak salah sudah memberi penalti. “Saya tak mengerti kenapa mereka memprotes penalti tersebut. Jika mereka tak melanggarnya, Lucas pasti akan mencetak gol,” ujarnya.

Real Madrid kalah 1-3 menjamu Juventus di Santiago Bernabeu pada leg kedua babak perempat final Liga Champions, Kamis (12/4/2018) dini hari WIB. Meski kalah, Real Madrid tetap lolos setelah menang 3-0 dalam leg pertama (agregat 4-3).

Dengan hasil ini maka empat tim yang lolos semifinal Liga Champions adalah Bayern Munich, Liverpool, Real Madrid dan AS Roma. @LI-15