Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Propam pastikan 4 oknum polisi pemeras dapat hukuman disiplin
Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya AKP Cinthya Dewi memberikan keterangan kepada wartawan (nanda)
HEADLINE

Propam pastikan 4 oknum polisi pemeras dapat hukuman disiplin 

LENSAINDONESIA.COM: Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya AKP Cinthya Dewi membenarkan Sie Propam  mengamankan 4 oknum polisi anggota Polsek Rungkut dan Polsek Pakal yang dilaporkan masyarakat atas dugaan pemerasan, Minggu (8/4/2018) lalu.

Masing-masing Aipda Mustofa, anggota Polsek Rungkut dan tiga anggota Polsek Pakal,  Bripka Soni, Aiptu Jhon Aris dan Brigadir Teguh. Keempatnya saat ini berstatus terperiksa dan sedang dalam pengawasan Sie Propam.

Keempat oknum anggota Polsek jajaran Polrestabes Surabaya tersebut saat ini juga sedang dalam tahap pemeriksaan untuk mencari bukti-bukti terkait. “Pemeriksaan yang dilakukan Propam tahap awalnya 2×24 jam. Namun jika tetap belum ditemukan barang bukti, ditambah lagi waktunya 5×24 jam. Jadi totalnya 7×24 jam,” terang AKP Cinthya Dewi, Kamis (12/4/2018).

Perwira cantik yang kini jadi idola baru wartawan yang biasa ngepos di Polrestabes Surabaya ini menambahkan, jika dalam pemeriksaan keempat ditemukan bukti (melakukan pemerasan). Maka akan diberikan hukuman disiplin.

“Hukumannya dapat berupa teguran tertulis hingga penundaan kenaikan pangkat dan pendidikan. Bahkan bisa sampai pemecatan,” tambahnya.

Sementara itu Kasie Propam Polrestabes Surabaya Kompol Kuncoro menjelaskan bahwa keempat oknum anggota tersebut terbukti bersalah, maka akan dilakukan sidang disiplin.

“Nanti yang memutuskan adalah Kapolrestabes Surabaya yang notabene sebagai Ankum (atasan berhak menghukum),” sambung Kompol Kuncoro.

Seperti diberitakan Lensa Indonesia sebelumnya, Aipda Mustofa, anggota Polsek Rungkut dan tiga anggota Polsek Pakal,  Bripka Soni, Aiptu Jhon Aris dan Brigadir Teguh diciduk petugas Propam Polrestabes Surabaya di kawasan THR Surabaya Mall Jl Kusuma Bangsa.

Keempat oknum polisi itu diduga kuat melakukan upaya tindak pemerasan terhadap S, warga kawasan Jl Bolodewo, dengan tuduhan sebagai pelaku narkoba.  Mereka minta tebusan Rp 25 juta.

Baca Juga:  TNI kerahkan Pesawat Hercules dan Helikopter angkut pengungsi kembali ke Wamena

Namun diam-diam keluarga korban menghubungi petugas Propam dan disusunlah rencana operasi tangkap tangan (OTT).

Selanjutnya keempat oknum polisi itu berhasil ditangkap basah dengan barang bukti uang Rp 4,9 juta. @nanda