Hendrpriyono menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Ketum PKPI. (ISTIMEWA)
Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Keputusan penting diambil oleh Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) AM Hendropriyono, Jumat (13/4/2018). Mantan Ketua Badan Intelejen Negara (BIN) itu memutuskan mundur dari dunia politik.

Pernyataan itu disampaikannya setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan PKPI sebagai peserta Pemilu 2019 dalam rapat pleno terbuka KPU RI di Kantor KPU RI, Jakarta. KPU juga menetapkan PKPI dengan nomor urut 20 sebagai peserta Pemilu 2019. “”Karena bulan depan usia saya 73 dan mau 74, enough is enough. Kalau tidak mau berhenti juga nanti diberhentikan oleh Tuhan,” katanya saat memberikan sambutan.

Hendropriyono mengatakan sudah cukup berkiprah di dunia politik. Karenanya, setelah ini, PKPI akan menggelar kongres luar biasa, mencari pengganti dirinya. Menurutnya, PKPI akan menjadi partai pertama dan terakhir bagi dirinya yang resmi terjun di partai politik. “”Sekarang saya dapat pengalaman di partai politik, susah payah setengah mati saya baru tahu. Oh, inilah parpol,” kata dia.

Selain pernah menjabat kepala BIN, Hendropriyono pernah menjabat Sekretaris Pengendalian Operasional Pembangunan Republik Indonesia pada tahun 1996-1998, Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan (PPH) dalam Kabinet Pembangunan VII, dan menjabat sebagai Menteri Transmigrasi dan PPH dalam Kabinet Reformasi Pembangunan yang kemudian merangkap sebagai Menteri Tenaga Kerja ad-interim.

Hendropriyono terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PKPI dalam Kongres Luar Biasa di Jakarta, Agustus 2016. KLB itu dihadiri utusan 33 provinsi dan 498 kabupaten/kota se-Indonesia.

Menurut Hendropriyono, di akhir karier politiknya, dia juga telah berhasil mengantarkan partainya lolos sebagai peserta Pemilu 2019 setelah sebelumnya diputus tak lolos oleh KPU. “Saya sudah bawa kalian semua, kita sudah sampai pada satu gerbang pintu melangkah dengan lebih sempurna,” pungkasnya. @licom