Galip Fu, Country Marketing Manager, ASUS Indonesia. Foto-ist
Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Usai memasarkan ZenFone Max Plus M1 di awal tahun 2018, tepatnya 23 April mendatang, ASUS akan menghadirkan smartphone terbaru dari seri ZenFone yang mengusung baterai berkapsitas tinggi. Bersaing di segmen mainstream, ASUS menghadirkan Qualcomm ™ Snapdragon ® 636 Mobile Platform untuk smartphone terbaru dengan harga terjangkau.

Galip Fu, Country Marketing Manager, ASUS Indonesia mengatakan, prosesor merupakan faktor penunjang utama untuk menentukan para calon pengguna memilih smartphone yang bakal jadi perangkat yang digunakan pada aktifitas sehari-harinya.

“Dengan demikian, kami memilih Snapdragon ® 636 Mobile Platform yang jadi prosesor terbaik untuk performa dan efisiensi tenaga pada smartphone segmen mid-high, dan sekaligus menawarkan performa lebih tinggi dibanding seri mainstream sebelumnya,” tandas Galip dalam keterangan resminya, Jumat (14/04/2018).

Ia menambahkan, adanya peningkatan kinerja signifikan pada Snapdragon 636 Mobile Platform, Qualcomm Technologies bekerjasama dengan ASUS tunjukkan komitmennya untuk memenuhi kebutuhan pengguna Indonesia.

“Snapdragon 636 Mobile Platform merupakan chipset terbaru andalan Qualcomm untuk melanjutkan popularitas Snapdragon 625 Mobile Platform. Prosesor ini mewarisi efisiensi energi hebat yang ditawarkan pendahulunya, namun di saat yang sama, memberikan 40 persen peningkatan performa perangkat dan 10 persen peningkatan performa untuk gaming dan browsing dibanding seri Snapdragon 630 Mobile Platform terdahulu” tandas Galip.

Jika dibandingkan prosesor mainstream terdahulu, lanjutnya, Snapdragon 625 Mobile Platform, peningkatan performa yang ditawarkan Snapdragon 636 Mobile Platform sangat signifikan. Performanya mampu mencapai 50 persen lebih tinggi pada beberapa skenario dan score AnTuTu benchmark-nya meningkat hingga hampir 2 kali lipat.

“Menggunakan prosesor terbaru Qualcomm tersebut, tak salah jika kami menyebutkan bahwa ASUS bakal membuat sebuah standar baru, untuk perangkat smartphone segmen mainstream,” pungkas Galip.@Rel-Licom