Salah satu karya Karla Jasmina Brides yang akan hadir dalam Grand Wedding Fair ke-23. (LICOM)
Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Warga Surabaya masih memilih menggelar pesta pernikahan yang heboh dan mendatangkan artis terkenal ketimbang yang bersifat intim dengan kerabat dekat.

“Kalau orang Surabaya masih suka menggelar pesta pernikahan yang heboh dari segi jumlah, bahkan bisa mendatangkan artis,” kata Eveline Widjaja dari Fairytale Organizer ditemui dalam persiapan Grand Wedding Fair di Four Points Hotel, Senin (16/4/2018).

Selain artis, warga Surabaya juga berani memanfaatkan acara multimedia dan dekor yang tentu menelan biaya yang tidak sedikit dalam pesta pernikahan.

Adapun di Grand Wedding Fair, Fairytale menampilkan konsep The Lightscape, yang menggambarkan cinta dengan warna
monochromatic, simple, namun tetap memikat.

Adapun Karla Jasmina Brides menampilkan gaun pengantin tiga dimensi. Tak hanya itu, kembali maraknya after party memunculkan tren gaun pengantin multifungsi.

“Multifungsi disini maksudnya ialah gaun pengantin bisa digunakan untuk resepsi dan juga after party,” ujar Sukmayanti, Marketing Karla Jasmina Brides.

Dia menyebut saat resepsi, cape dari gaun bisa dipasang sehingga terkesan formal. Namun, gaun yang sama bisa dikenakan saat menggelar after party yang sifatnya lebih santai. “Nanti kita bisa lepas bagian cape sehingga pengantin seperti mengenakan dress biasa,” katanya sembari menjelaskan konsep tiga dimensi diaplikasikan ke bentuk daun dan bunga kombinasi mutiara kecil.

“Saat ini penggunaan Swarowsky sudah gak tren dan dianggap kuno,” tuturnya.

Ketua Panitia Wedding Fair Jalu Pandu Wicaksono menyatakan pameran yang digelar untuk ke-23 kalinya ini berbeda dengan pada umumnya. Tahun ini, tiap vendor dibolehkan membawa konsep yang berbeda-beda. “Total ada 91 vendor yang berpartisipasi,” pungkasnya. @licom