Kasubbag Humas AKP Cinthya Dewi dan Kasie Propam Polrestabes Surabaya Kompol Kuncoro saat memberi keterangan kepada wartawan
Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Polrestabes Surabaya hingga saat ini masih enggan menjelaskan pemeriksaan terhadap empat oknum Polsek Pakal dan Polsek Rungkut yang diduga terlibat penganiayaan dan pemerasan terhadap S, warga kawasan Jl Bolodewo dengan tuduhan penyalahgunaan narkoba.

Pemeriksaan awal internal Propam Polrestabes Surabaya dilakukan selama 2×24 jam. Jika belum ditemukan bukti-bukti, maka bisa ditingkatkan ke tahap dua, yaitu 5×24 jam. Total pemeriksaan terhadap oknum anggota yang bermasalah adalah 7×24 jam alias 7 hari.

Diketahui keempat oknum polisi, yakni Aipda Mustofa (Polsek Rungkut), Aiptu Jhon Aris, Bripka Soni dan Brigadir Teguh diamankan pada Minggu (8/4/2018) dini hari. Sehingga pemeriksaan yang dimulai sejak Senin (9/4/2018) itu harusnya sudah berakhir pada Minggu (15/4/2018) dan hasilnya sudah diketahui, terbukti atau tidak.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan mengaku belum tahu hasil sidang disiplin (hasil pemeriksaan) terhadap empat oknum anggota yang diduga melakukan pemerasan. “Saya belum tahu sidangnya (hari ini),” ujarnya, Minggu (16/4/2018) kemarin.

Kombes Rudi juga menegaskan, bahwa pemeriksaan terhadap empat oknum anggota tersebut adalah suatu upaya preventif. “Kalau misalnya gak itu (tidak bersalah) ya tidak masalah kan,” sambungnya.

Sedangkan Kasie Propam Polrestabes Surabaya Kompol Kuncoro saat dihubungi mengaku tak berwenang mengungkapkan hasilnya (pemeriksaan). “Mas tanya ke Kasubbag Humas aja mas. Satu pintu ya,” ujarnya saat dihubungi via telpon, Senin (16/4/2018).

Sementara Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya AKP Cinthya Dewi mengatakan, akan berusaha memberikan keterangan terkait pemeriksaan 4 oknum anggota Polrestabes Surabaya yang diduga terlibat pemerasan. Namun pihaknya meminta waktu untuk berkoordinasi dahulu dengan Sie Propam Polrestabes Surabaya. “Besok ya Mas, saya akan berkoordinasi dengan Propam dulu,” ujarnya, Senin (16/4/2018).

Perlu diketahui, Aipda Mustofa anggota Polsek Rungkut dan tiga anggota Polsek Pakal, Bripka Soni, Aiptu Jhon Aris dan Brigadir Teguh diciduk petugas Propam Polrestabes Surabaya di kawasan THR Surabaya Mall Jl Kusuma Bangsa, Minggu (8/4/2018) dini hari lalu.

Keempat oknum polisi itu diduga kuat melakukan upaya tindak pemerasan terhadap S, warga kawasan Jl Bolodewo, dengan tuduhan sebagai pelaku narkoba. Setelah diduga melakukan penganiayaan terhadap korban, mereka lalu minta tebusan Rp 25 juta.

Namun diam-diam keluarga korban menghubungi petugas Propam dan disusunlah rencana operasi tangkap tangan (OTT). Selanjutnya keempat oknum polisi itu berhasil ditangkap basah dengan barang bukti uang yang disebut-sebut jumlahnya Rp 4,9 juta.

Propam Polrestabes Surabaya sendiri sempat membenarkan adanya operasi tangkap tangan tersebut. Namun anehnya, meskipun mengakui melakukan OTT, Propam mengaku belum punya bukti ulah keempat oknum nakal itu. Padahal yang namanya operasi tangkap tangan itu biasanya pemberi dan penerima ditangkap saat transaksi. @nanda