Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Anggaran pembangunan infrastruktur yang digencarkan oleh pemerintah era Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah menelan dana sebesar Rp 300 sampai Rp 400 triliun pertahun. Namun sayangnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak mengalami kenaikan yang signifikan.

Hal ini berbeda dengan pemerintahan sebelumnya, dengan anggaran rata-rata yang tidak lebih dari Rp 200 triliun tapi pertumbuhan ekonominya cukup tinggi.

Menurut Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo dengan adanya fakta ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintah era Jokowi tidak ada skala prioritas.

“Kalau kita lihat dari pertumbuhan ekonomi pada era pemerintahan sebelumnya, dengan anggaran infrastruktur yang rendah, tetapi pertumbuhan ekonominya cukup tinggi. Infrastruktur yang dibangun oleh pemerintahan Jokowi tidak ada skala prioritas yang dibutuhkan oleh masyarakat, terutama yang dibutuhkan untuk menumbuhkan ekonomi yang ada di Indonesia,” ujarnya pada LICOM, Selasa (17/04/2018).

Bambang menyebut, hal itu bisa dilihat dari pertumbuhan ekonomi di Provinsi Papua yang konon katanya pembangunan infrastruktur di Papua termasuk yang terbesar. “Apakah pertumbuhan ekonomi di Papua meningkat tajam,” katanya seolah bertanya.

Politisi Partai Gerindra ini juga menilai biasanya dalam infrastruktur yang dibangun satu step ekonomi itu, maka yang akan ditumbuhkan bisa dua hingga tiga step. Terjadi multiflier effect pertumbuhan ekonomi akibat pertambahan infrastruktur.

“Namun kalau kita lihat di Papua yang kabarnya bidang infrastruktur digeber, tetapi jembatan-jembatan yang dibangun kecil sekali manfaatnya. Pertumbuhan ekonomi di Papua pada tahun 2012 mencapai 14,84 persen, tetapi ketika kita lihat di tahun 2017, pertumbuhan ekonominya hanya 3,7 persen. Ini bukti bahwa ekonomi tidak ditumbuhkan,” cetus Bambang Haryo.

Ditambahkan, tahun 2012 pertumbuhan ekonomi Indonesia menduduki peringkat satu di Asia Tenggara. “Tidak ada pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara yang lebih dari 6 persen pada saat ekonomi global sedang buruk diseluruh dunia. Tetapi pada kondisi sekarang ini, Indonesia hanya menduduki posisi ke 7 di Asia Tenggara, dibawah Timor Leste dan Papua Nugini,” tukas bos perusahaan kapal penyeberangan ini.@sarifa