LENSAINDONESIA.COM: Mengemis dan menaruh nasib kepada orang lain pantang dilakukan Bambang Sunarno (56). Betapa tidak, pria disabilitas ini sampai memanfaatkan salah satu balai RT di wilayah Jl Kaliasin Surabaya yang disulapnya menjadi gerai pangkas rambut.

Tak hanya menjadi tempatnya bekerja. Balai RT berukuran sekitar 4×4 meter itu juga dipilihnya menjadi tempat tinggal. Hal itu yang membuat sejumlah pengurus Bhayangkari Cabang Kota Surabaya mengunjungi tukang cukur yang menderita polio sejak lahir ini.

“Kedatangan kami kesini masih dalam rangkaian Hari Ulang Tahun Kemala Bhayangkari ke-38. Kebetulan (organisasi) kami bergerak dibidang sosial dan pendidikan,” ujar Ketua Bhayangkari Cabang Kota Surabaya, Diana Rudi Setiawan, Selasa (17/4/2018).

Diana menganggap, kisah hidup Bambang dapat memberikan inspirasi kepada masyarakat agar tidak malas dalam bekerja.

“Meskipun kondisi tubuhnya terbatas. Pak Bambang tetap bekerja dan berkarya sesuai dengan kemampuannya, yaitu sebagai tukang cukur,” imbuh Diana setelah acara tatap muka dengan pengurus Bhayangkari Cabang Tegalsari Surabaya.

Oleh karenanya, pengurus Bhayangkari cabang Kota Surabaya memberikan seperangkat alat cukur yang dimaksudkan agar meningkatkan produktivitas Bambang dalam bekerja.

Sementara itu, Bambang Sunarno mengaku senang dengan seperangkat alat cukur yang diberikan kepadanya. Dirinya berharap setelah dikunjungi istri Kapolrestabes Surabaya itu pelanggannya menjadi bertambah.

“Tentu saja saya sangat terbantu dengan diberikannya seperangkat alat cukur ini. Yah saya juga berharap pelanggan saya akan makin banyak setelah ini,” tandas tukung cukur sejak tahun 1999 ini. @nanda