Trending News

18 Aug 2019
Mantan Lurah Bubutan dituntut 3 tahun penjara
Lurah Bubutan Muhammad Hanafi saat menjalani persidangan (rofik)
HEADLINE

Mantan Lurah Bubutan dituntut 3 tahun penjara 

LENSAINDONESIA.COM: Mantan Lurah Bubutan, Muhammad Hanafi, terdakwa kasus pungutan liar (Pungli) terhadap pedagang kaki lima (PKL), Selasa (17/4/2018) dituntut 3 tahun penjara.

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya Jl Raya Juanda, Sidoarjo ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Syaiful Bahri menyatakan, terdakwa terbukti bersalah.

Dalam tuntutannya, JPU Syaiful Bahri menyatakan, Hanafi bersalah sesuai Pasal 11 UU RI Nomor 20 Tahun 2001 perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor. “Menuntut terdakwa Muhammad Hanafi dengan hukuman 3 tahun penjara,” ujarnya di hadapan majelis hakim yang diketuai Wiwin Arodawanti.

Selain hukuman badan, Jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak ini juga menuntut Hanafi dengan hukuman denda Rp 50 juta. “Jika tidak dibayar, terdakwa wajib menjalani 6 bulan kurungan sebagai pengganti hukuman denda,” tegas JPU Syaiful Bahri.

Atas tuntutan tersebut, Hanafi menyatakan akan mengajukan pledoi (pembelaan). “Kami ajukan pembelaan pekan depan,” kata Hanafi kepada hakim Wiwin di ujung persidangan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Hanafi terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Polres Pelabuhan Tanjung Perak karena melakukan pungli pada 21 Desember 2017.

Dalam praktek punglinya, Hanafi mendapat jatah dari PKL di kawasan Jl Perak Barat sejak 2016 silam saat masih menjabat sebagai Kasi Trantib Umum Sat Pol PP Kecamatan Krembangan. Dia masih melakukan praktek Pungli meski sudah tak menjabat Kasi Trantib Umum Satpol PP Kecamatan Krembangan.

Dengan uang urunan antara Rp 50 ribu hingga Rp 75 ribu, para PKL menyerahkan uang tersebut ke Hanafi. Setiap bulannya Hanafi mengantongi uang Rp 1 juta dari hasil memeras keringat para PKL. Merasa diperas oleh terdakwa, para PKL akhirnya menghubungi petugas Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Kemudian Hanafi terjaring OTT saat mengambil uang pungli Rp 1 juta dari PKL yang dimasukkan ke tas kresek dan amplop. @rofik

Baca Juga:  TaniGroup bersama IPB bakal cetak petani milenial

Related posts