LENSAINDONESIA.COM: Sedikitnya 300 peserta berasal dari praktisi perbankan, masyarakat umum, mahasiswa berbagai universitas di Indonesia, dan mahasiswa STIE Perbanas Surabaya hadir di Seminar Nasional ”Era Perbankan Digital: Peluang dan Tantangan”, Selasa (17/4/2018).

Seminar yang diselenggarakan oleh Program Studi Sarjana Manajemen STIE Perbanas Surabaya menutup rangkaian kegiatan Banking and Finance Festival 2018.

Bertempat di Auditorium Kampus 1 Jalan Nginden Semolo 34-36 Surabaya, seminar kali ini menghadirkan CEO/President of Mandiri Capital Indonesia, Dr. Eddi Danusaputro, S.E., MBA., salah satu perusahaan Startup termuka dari Bank Mandiri. Selain itu, dari sisi perbankannya, pembicara yang dihadirkan adalah seorang Komisaris Bank BNI, Dr. Drs. Ec. Joni Swastanto, M.Ec.

Ketua STIE Perbanas Surabaya, Dr. Lutfi, SE., M.Fin., menyampaikan mengenai Revolusi Industri 4.0. Diakuinya, banyak pola pikir orang saat ini berubah. Di industri perbankan, banyak yang berubah untuk tatanan perbankan.

”Antre di perbankan tak lagi terjadi karena kini menggunakan m-banking. Perubahan ini tak hanya menuntut perubahan industri tapi juga menuntut para dosen siapkan lulusan yang siap dipekerjakan di industri maupun start up di bidang keuangan,” imbuhnya.

Pihaknya berharap STIE Perbanas mampu menguatkan posisi Surabaya sebagai rujukan industri perbankan dan keuangan di Tanah Air.

Dr. Drs. Ec. Joni Swastanto, M.Ec., salah satu Komisaris Bank BNI, memaparkan materi seputar tantangan dan strategi teknologi perbankan. FinTech akhir-akhir menjadi pesaing dunia perbankan. Dahulu pesaing berupa bank payment. Misalnya, orang baru atau nasabah baru selalu ditolak bank ketika mengajukan kredit.

”Sekarang ini, orang yang baru lulus kuliah sekali pun muda dilayani perbankan karena FinTech. Anak muda yang menguasai FinTech bisa dinilai melalui sistem dengan acuan media sosial dan lainnya yang dimiliki nasabah baru. Pada umumnya, FinTech cepat merespon pengajuan kredit dan mengedepankan bisnis,” jelas Joni.

Sementara itu, CEO/President of Mandiri Capital Indonesia, Dr. Eddi Danusaputro, S.E., MBA., menegaskan tantangan perbankan sekarang adalah FinTech. Perbankan sendiri ditantang menjadi perusahaan teknologi. Alibaba dijadikan contoh sebagai perusahaan yang kini tidak lagi menggarap bisnis ke bisnis. Namun sudah masuk ke ranah bisnis asuransi dan lainnya.

Kepada mahasiswa yang hadir, Eddi berpesan agar mahasiswa menambah wawasan agar tidak sekadar textbook dan teori. Ketika mahasiswa ingin membuka bisnis start up maka harus bersifat problem solving karena pada dasarnya start up itu harus menyelesaikan permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Pihaknya juga membuka kesempatan kepada STIE Perbanas Surabaya untuk bekerjasama di ranah Fintech Incubator guna menunjang kompetensi lulusan agar mudah diserap dalam dunia kerja. @licom