LENSAINDONESIA.COM: Setelah PBNU yang melakukan protes kepada PT Telkom Indonesia Tbk atas dugaan sikap diskrimintaif dalam pembagian dana Corporate Social Responsibilty (CSR), kali ini protes yang sama disampaikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Jika benar terjadi aksi diskriminasi yang dilakukan oleh PT Telkom tersebut, hal itu sangat disayangkan.

“Harusnya proporsional, kalau orang Islam 87 persen harusnya dia dapat 87 persen. Jangan orang islam banyak tapi dapatnya sedikit, itu tidak proporsional, seperti penjajah aja itu,” ujar Wasekjen MUI, Ustadz Tengku Zulkarnain kepada wartawan, Rabu (18/4/2018).

Jika benar yang dilakukan oleh PT Telkom, Tengku mengatakan hal itu seperti yang dilakukan di Afrika Selatan. Belanda juga melakukan hal yang sama, kata dia, semua kekayaan Indonesia diambil semua tapi untuk Indonesia sendiri hanya sedikit. “Harusnya PT Telkom melakukan proporsional aja, jangan dibeda-bedakan. Masa Telkom jadi sebodoh itu,” ujarnya.

Ditambahkan oleh Ustadz Tengku, bahwa pelanggan Telkom itu mayoritas adalah orang Islam. Tindakan diskrimintaif yang dilakukan oleh Telkom itu sangat memalukan.

“Kalau begitu dia tidak mengerti Pancasila. Dan jika benar itu terjadi Telkom melakukan diskriminasi, maka saya meminta Jokowi agar Dirut Telkom harus dipecat. Kalau tidak ini akan berbahaya,” pintanya seraya menyebut di Indonesia itu tidak membeda-bedakan ras, suku agama dan antar golongan.

Sebelumnya, sejumlah Massa yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Keadilan (MPK), melakukan aksi di Gedung Kementerian BUMN dan Istana Negara. Mereka mengatakan PT Telkom telah melakukan diskriminasi dana CSR, mulai dari perbaikan sarana ibadah, akses air bersih hingga fasilitas pendidikan berupa BLC dan i-CHAT yang menghabiskan dana sampai Rp3,95 miliar.@licom