Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Air mata kader GePe MKGR Jatim tumpah di Panti Asuhan Millenium
Pengurus GePe MKGR Jawa Timur tak mampu menahan air mata saat bersalaman dengan anak-anak yatim piatu Ponpes dan Panti Asuhan Millenium. FOTO: LICOM
AKTIVIS

Air mata kader GePe MKGR Jatim tumpah di Panti Asuhan Millenium 

LENSAINDONESIA.COM: Air mata puluhan kader Gerakan Perempuan (GePe) Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Jawa Timur tertumpah di Pondok Pesantren dan Panti Asuhan Millenium Roudlotul Jannah.

Momentum ini terjadi saat GePe MKGR mengadakan bakti sosial dalam rangka memperingati Hari Kartini di ponpes yang terletak Desa Tenggulunan, Kecamatan Candi itu, , Sabtu (21/04/2018).

Hati para Srikandi MKGR tergetar saat bersalam-salaman dengan ratusan balita yatim piatu penghuni ponpes Millenium. Mereka tampak menahan haru saat memandang wajah-wajah polos anak-anak asuhan Gus Muhammad Khorul Efendi itu berjalan bergiliran sembari menyodorkan tangan untuk bersalaman.

Para yatim piatu begitu gembira menyambut kunjungan kader GePe MKGR, apalagi di dalam rombongan yang datang dari Surabaya ini menyertakan dua badut yang siap menghibur.

Sekretaris GePe MKGR Jatim Theresia Debora Sibarani S.Sos menyampaikan, pihaknya sengaja menggelar bakti sosial Hari Kartini di Ponpes Millenium untuk berbagi dengan anak-anak yatim piatu.

“Sesuai dengan tema peringatan Hari Kartini, maka dengan semangat Kartini, kita tingkatkan kepedulian sosial dan kebersamaan. Dengan kegiatan baksos inilah GePe MKGR mengimplementasikan kepedulian sosial kemasyarakatan itu. Ini salah kegiatan real yang kami lakukan. Membangun kebersamaan dengan anak-anak panti secara langsung dengan isian permainan dan hiburan dari badut,” tutur Theresia mewakili Ketua GePe MKGR Jatim Yuli Andriyani SH yang berhalangan hadir.

Menurut Tere, sapaan akrab Theresia, Ponpes Milinium banyak merangkul balita terlantar. Dalam usia ini, lanjut dia, anak-anak tersebut sangat membutuhkan kasih sayang penuh.

“Mereka yang masih diusia rentan ini (0-5 tahun) mereka sudah ditempa dengan situasi dan kondisi yang sedemikian rupa (tidak ada ayah dan ibu). Bukan karena orang tua meninggal, tetapi mereka bisa dikatakan anak Langit. Hal inilah yang membulatkan semangat dan tekad pengurus GePe MKGR Jatim datang untuk bersosialisasi dengan anak-anak ini,” jelasnya.

Baca Juga:  Kadis ESDM Setiajid maju Cabup Tuban, Kabiro AP dan Otoda Jatim: Harus mundur dari ASN tapi nanti

“Semoga anak-anak ini kelak menjadi manusia-manusia yang cerdas, berguna bagi bangsa, rendah hati, dan pastinya selalu bertakwa kepada Tuhan Yang maha Esa,” tambah dia.

Tere juga menyampaikan, bakti sosial “Kita untuk Mereka” ini merupakan hasil donasi para kader dan pengurus GePe MKGR Jatim.

“Hasil donasi yang terkumpul dari sebagian rejeki itu untuk berkontribusi membeli keperluan-keperluan yatim piatu di Ponpes Millenium, seperti beras, pakaian, tissu, pempers, handuk, sabun, snack dan uang tunai,” sebutnya.

GePe MKGR Jatim berharap, kedepan Gepe ormas MkGR semakin solid. Semakin melek pada masyarakat sekitar yang masih membutuhkan uluran tangan. “Mungkin tidak hanya sekedar bantuan material, tapi juga mau terjun dalam proses pendidikan dan keterampilan,” pungkasnya.

Pengasuh Ponpes Millenium Gus Muhammad mengungkapkan, dipantinya terdapat 205 anak asuh. Sebagian besar dari mereka bukanlah yatim piatu, melainkan bayi-bayi yang dulu ditelantarkan oleh orang tuanya.

“Justru kebanyakan dari meraka tidak berasal dari sini (Jatim) tapi dari berbagai daerah di Indonesia. Ada juga yang dari Singapura dan Malaysia,” kantanya.@LI-13