Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Grand Dharmahusada Lagoon sebentar lagi mengoperasionalkan O2 PARK sebagai superblock yang berada di kawasan premium Surabaya Timur tepatnya di JL. Mulyosari. Properti yang dikembangkan oleh PT PP Properti Tbk ini mengusung konsep full life style, uniknya akan dipenuhi tenant yang menawarkan produk berbasis komunitas.

Wildan Akfi Kurnia, Mall Manager O2 PARK menyampaikan, Mall jenis ini memang tergolong langka, sebab memang pihaknya sengaja untuk mengakomodir para komunitas yang memperdagangkan produk-produk komunitas agar dipampang selain tenant reguler yang terdiri dari produk fashion, furniture, cinema dan F&B.

“Untuk Mall di area O2 PARK kali ini sengaja kami ingin mewadahi para komunitas di Surabaya untuk menawarkan produk dagangannya selain menggunakan jalur dagang online. Bahkan, kami juga menyediakan tenant untuk komunitas startup yang kini lagi ngtrend. Dari luas lahan 4,2 ha milik O2 PARK tersebut, Mall ini akan memenuhi kapasitas 50 tenant di setiap lantainya yang terdiri dari 4 lantai upper dan 2 lantai basement,” ujar Widan kepada Lensaindonesia.com, Sabtu (21/04/2018).

Wildan menambahkan, dari segmentase pasar, 22 persen akan dipenuhi segmen bisnis F&B dan 78 persennya full tenant non F&B.

“Untuk produk segmen F&B, sekitar 12 persen akan dipenuhi produk branded, sedangkan 10 persennya dipenuhi oleh produk F&B dari para pelaku startup. Sedangkan untuk tarif sewa lahan pertahun, untuk produk F&B branded dibebani biaya Rp 300 juta. Sedangkan tenant F&B berbasis komunitas ataupun startup, dikenakan tarif Rp 225juta pertahunnya,” papar Wildan.

O2 PARK dibangun di atas lahan 4,2 Ha yang akan dipadati oleh 5 tower. Namun, untuk saat ini pembangunan masih fokus pada 2 tower dengan komposisi 75 persen untuk resedensial dari total 900 unit di setiap towernya. Untuk resedensial, harga per unitnya dipatok sekiatar Rp 600 juta, dan diharapkan bulan November mendatang, untuk bangunan 1 tower di O2 PARK  optimis bakal sold out atau terjual habis. @Eld-Licom