LENSAINDONESIA.COM: Dugaan pungli berupa permainan harga permohonan surat izin mengemudi (SIM) baru di Satpas Colombo Sat Lantas Polrestabes Surabaya oleh oknum internal, dikeluhkan sejumlah calo yang biasa mangkal di tempat tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lensa Indonesia, meskipun tak ada perubahan biaya permohonan SIM baru, namun pihak internal disebut-sebut menaikkan Rp 50 ribu kepada para calo. Hal itu diterapkan sejak 11 April 2018.

“Sekarang harganya naik Mas. Dulu Rp 600 ribu untuk SIM A dan C. Sekarang naik Rp 50 ribu. Yang naikkan orang dalam. Mau tak mau kami harus mengikuti,” terang salah satu calo yang meminta identitasnya tidak disebutkan saat ditemui Lensa Indonesia, Senin (23/4/2018).

Meskipun biaya permohonan SIM baru lewat calo terbilang sangat tinggi, namun tetap diburu para pemohon, karena hanya malui jasa para calo, terjamin kelulusannya. ” Kami jamin lulus Mas. Nanti teori asal saja sebagai formalitas. Masalah praktek, meski nabrak tidak masalah, saya jamin SIM-nya jadi (lulus),” tambahnya.

Rafii Raihan, asal Bekasi mengaku dirinya terpaksa menggunakan jasa calo saat mengajukan permohonan SIM C baru dengan harga Rp 700 ribu karena dijamin jadi. “Saya KTP luar Surabaya, kena administrasi Rp 50 ribu dan tambahan biaya apa tadi saya lupa. Saya ngurus Jumat kemarin, ” ungkapnya saat ditemui usai mengambil SIM-nya, Senin (23/4/2018).

Kanit Regident Samsat Colombo AKP Sigit Indra, saat dikonfirmasi membantah adanya kenaikan biaya pengurusan SIM baru. “Nggak ada kenaikan kok Mas. Terkait biaya administrasi bagi pemohon luar daerah juga tidak ada Mas,” terangnya singkat.

Hal senada juga diungkapkan Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Eva Guna Pandia. “Gak betul itu Mas. Jangan percaya calo karena pelayanan kami terbuka dan transparan kok,” tegasnya.

Namun penelusuran Lensa Indonesia menemukan informasi bahwa terkait pengurusan SIM baru di Samsat Colombo, hanya calo yang mendapat kode barcode. @rofik