LENSAINDONESIA.COM: Sejumlah oknum Satpas Colombo Sat Lantas Polrestabes Surabaya diduga kuat bekerjasama dengan calo yang biasa mangkal di Jl Ikan Kerapu, untuk mendapat keuntungan pribadi saat warga mengajukan permohonan surat izin mengemudi (SIM) baru

Investigasi yang dilakukan Lensa Indonesia selama 2 bulan terakhir mengungkapkan hal mengejutkan, dimana setiap pemohon SIM baru lewat calo akan mendapat barcode di Asuransi Bakti Bhayangkara. Barcode itu ternyata berfungsi sebagai ‘kode’ penjamin kelulusan.

“Di asuransi itu ada barcodenya, kalau gak ada ya tidak mungkin bisa lulus. Dan yang dapat itu orang-orang di sini (calo),” ujar salah satu calo Satpas Colombo dengan nada sedikit menekan karena tak tahu sedang diwawancara wartawan.

Rekannya sesama calo lalu menambahkan, meski pemohon SIM baru mengajukan asuransi sendiri, dipastikan tidak akan mendapat barcode. “Sampean meski mengajukan asuransi sendiri, tidak mungkin dapat barcode. Ini nanti connect ke server dan pasti lulus. Kalau jaman dulu, semacam tanda di pojok aras map pemohon SIM. Sekarang cukup ini,” pungkas pria berkumis ini sambil menunjuk barcode.

Juli, salah satu pemohon SIM baru asal Jakarta mengaku dirinya beberapa kali menyenggol pembatas saat uji praktek, namun tetap dinyatakan lulus. “Yang susah pas belokan, sampai nyenggol pembatas. Tapi buktinya tetap lulus,” ucapnya sambil menyebut nama salah satu calo yang membantunya mengambil SIM C baru dari salah satu ruangan di Satpas Colombo.

Menanggapi hal itu, Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Eva Guna Pandia yang dikonfirmasi melalui ponsel, membantah adanya kebijakan menggunakan barcode di asuransi sebagai ‘kode’ tanda kelulusan.

“Itu sangat tidak benar Mas. Selama ini kami sudah melarang orang yang tidak berkepentingan (calo) untuk masuk. Mengenai asuransi, tidak ada paksaan. Bila pemohon memang tidak mau pakai asuransi, tetap kami layani kok. Kalau barcode asuransi disebut sebagai salah satu syarat yang menjamin, tidak benar itu,” tambahnya.

AKBP Eva Guna Pandia sendiri juga tetap meminta masyarakat tidak percaya dan menggunakan jasa calo.” Selama ini banyak yang tidak lulus karena gagal saat uji praktek berkendara. Kami mempersilahkan masyarakat untuk latihan. Nanti kalau sudah terampil dan sesuai aturan, pasti lulus. gak perlu calo,” paparnya.

Disinggung uji praktek hanyalah formalitas bagi pemohon SIM baru yang menggunakan jasa calo di satpas Colombo, AKBP Eva Guna Pandia berjanji memerintahkan Kanit Regident AKP Sigit Indra untuk menyelidikinya. “Terus terang saya tidak bisa meninjau semuanya secara langsung, nanti Kanit akan saya minta turun untuk memastikan hal ini,” pungkasnya. @rofik