Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: “Nokia is Back!”, inilah upaya HMD Global, pemegang lisensi eksklusif ponsel dan tablet Nokia untuk mengakuisisi pengguna lamanya di Indonesia.

Langkah yang dilakukan diantaranya dengan menawarkan harga miring di tengah persaingan pasar yang begitu sengit. Untuk itu, Nokia 2, 3, 5 dan 6 yang dilaunching beberapa waktu lalu nyatanya mengusung platform Android  dibanderol mulai Rp 1,2 hingga Rp 2,9 jutaan.

Head of Marketing HMD Indonesia, Miranda Warokka mengatakan, HMD Global ingin membangkitkan kembali debut Nokia yang sempat berkibar di Indonesia dengan memperkenalkan operating sistem Android pada handset Nokia saat  ini. Khususnya, untuk Nokia 5 dan 6 kini sudah dibekali sistem operasi Android 8.1 Oreo.

“Kendati image Nokia masih kuat tertanam di benak ponseler di Indonesia, justru saat ini kami ingin mengingatkan kembali kepada masyarakat Indonesia dimana Nokia yang sempat menghilang di pasaran saat inibangkit dengan performa, desain dan banderol yang cukup kompetitif,” tegas Miranda kepada Lensaindonesia.com usai gelaran Press Conference yang berlangsung di Surabaya, Kamis (26/04/2018).

Miranda menambahkan, kali ini Nokia menyasar pengguna di usia 25 – 44 tahun. Tak hanya itu, Nokia juga memperkenalkan performa barunya di segmen milenial yang dikenal selalu berganti smartphone.

“Khususnya di Surabaya, semenjak diluncurkannya Nokia 2, 3, 5 dan 6 merupakan jurus jitu untuk membangkitkan ingatan para pengguna Nokia sebelumnya untuk kembali pada performa anyar besutan kami saat ini. Kenapa? Kami masih yakin tentang kualitas, efektifitas dan harga Nokia masih dipercaya bagi mereka yang sudah merasakan experiencenya,” papar Miranda.

Di sisi penjualan, hingga kini penjualan Nokia via online telah berkontribusi sebesar 15 persen. Hal ini merupakan hasil upaya Nokia yang telah menggandeng market place sekelas Lazada, JD.id, erafone.com, berikut tokopedia.

”Penjualan melalui lapak retail menyumbang sekitar 85 persen, sebab menyesuaikan perilaku pasar Indonesia yang masih memerlukan edukasi untuk menentukan produk pilihannya, tapi memang perang yang paling keras di pasar adalah di sisi offline dibanding online mengingat persaingan ketat dengan brand lain yang sempat mengisi pasar Indonesia berdurasi cukup lama semenjak Nokia absen,” jelas Miranda.

Pasar Jawa salah satunya Surabaya, bakal menjadi fokus Nokia di tahun ini. Terutama Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya. Bahkan HMD akan mengarah di pulau Sulawesi dan Sumatera.

“Targetnya, Nokia harus berada di jajaran Top Five di kurun waktu 3 – 4 tahun mendatang seiring berinovasi dengan membesut produk terbarunya berikut memperkuat jaringan after salesnya,” pungkas Miranda.@Eld-Licom