Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Ujian Pengangkatan Notaris kacau, CBA desak Cahyo Rahadian Muzhar dicopot
Direktur Center For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi. FOTO: Istimewa
AKTIVIS

Ujian Pengangkatan Notaris kacau, CBA desak Cahyo Rahadian Muzhar dicopot 

LENSAINDONESIA.COM: Ujian Pengangkatan Notaris (UPN) yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Kukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) di Gedung Balai Kartini, Jakarta Selatan, Kamis (26/04/2018) berjalan kacau balau akibat server down dan laptop sebagai sarana ujian eror.

Akibatnya ujian yang diikuti sekitar 1.000 orang peserta tersebut terpakasa molor berjam-jam.

Karena kendala sistem ini, registrasi peserta UPN Sesi I yang seharusnya dimulai pukul 07.30 WIB baru bisa diproses sekitar pukul 09.00 WIB.

Tidak berhenti di situ, saat peserta Sesi I bersiap melakukan ujian ternyata sejumlah laptop mati dan jaringan internet mati.

Gangguan koneksi internet ini membuat pelaksanaan ujian kembali tertunda selama 1 jam untuk menunggu perbaikan oleh tim IT.

“Kacau balau dan tidak profesional. Sesi I harusnya dimulai pukul 07.30 WIB baru bisa dimulai prosesi pembukaan acara UPN sekitar pukul 10.00 WIB,” kata Direktur Center For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi dalam keterangan pers yang diterima lensaindonesia.com, Kamis (26/04/2018).

Uchok menyampaikan, bahwa CBA melakukan pemantau langsung pelakasanaan UPN tersebut sehingga mengetahui berbagai kendala yang seharusya tidak terjadi itu. “Ujian yang sudah berjalan kemudian terhenti karena semua koneksi Internet ke laptop masing-masing server down. Tampilan akses ujian peserta menjadi eror dan ujian tidak bisa dilanjutkan lagi.”

“Beberapa peserta yang laptopnya eror kemudian diminta keluar dahulu ke ruang tunggu VIP, otomatis jumlah peserta berkurang.

Proses ujian dimulai lagi atau diulang dari awal (peserta mulai loggin ulang akses UPN). Parahnya lagi ujian pembuatan akta baru akan di email beberapa hari depan kepada calon notaris, dan dikerjakan di rumah masing-masing,” ungkap Uchok.

Uchok menyebut, panitia UPN juga memutuskan pelaksanaan ujian dibagi beberapa kloter dimana setiap kloter maksimal terdiri dari 200-250 orang. Dan yang diprioritaskan ikut UPN kloter I di Sesi I ini adalah peserta yang sudah punya tiket pesawat atau kereta untuk pulang ke daerahnya masing-masing.

Baca Juga:  KPK tetapkan Menpora Imam Nahrawi sebagai tersangka

“UPN kemudian dilaksanakan kembali dengan Sesi I di bagi 3 kloter. Sesi I kloter 3 baru berakhir pukul 17.00 WIB. Sesi II di mulai setelah itu dan kembali di bagi dengan beberapa kloter,” katanya.

Menurut dia, kekacauan UPN ini disebabkan ada indikasi proses lelang cepat yang dimenangkan PT Wawai Karya dengan menyodorkan harga penawaran lelang sebesar Rp352 juta. Selain itu, panitia terlihat tidak siap untuk pelaksanaan UPN.

“Maka dari itu kami dari CBA meminta kepada DPR komisi III untuk segera memerintahkan menteri hukum dan Ham, Yasonna Laoly untuk segera memecat Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Copot Cahyo Rahadian Muzhar karena tidak becus menyelenggaraan UPN. Kami dari CBA meminta kepada Ketua Pengurus Pusat INI (Ikatan Notaris Indonesia) untuk segera bereaksi atas kacau balaunya UPN tersebut. Kalau INI tidak berreaksi atau hanya diam, dan membisu, akan lebih baik kembalikan saja uang keanggota Luar biasa INI sebesar Rp 2,5 juta per orang. Biar mereka mencari organisasi Notaris yang baru,” tandasnya.@LI-13