Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Untuk pertama kalinya, Institut Français Indonesia (IFI) Surabaya mengadakan pertunjukan di Madura. Even bertajuk “Labâng Mèsem Le Spectacle 2018 Silaturahmi Dua Budaya” menampilkan kolaborasi seni tari Prancis dan Sumenep serta diiringai musik karya musisi Jawa Timur.

Penampil asal Prancis, duo penari hip-hop kelompok French Wingz, akan berkolaborasi dengan seniman tari Topeng Madura, pencak silat, dan diiringi karya musik dari kelompok musik asal Jawa Timur, Kayon dan musik Tong Tong Sumenep. Momen langka ini diselenggarakan pada Rabu, 2 Mei 2018 pukul 19.00 di depan Labâng Mésem, nama
pintu gerbang Keraton Sumenep.

Lokasi tersebut dipilih karena Keraton Sumenep lekat dengan kekayaan warisan budaya kabupaten Sumenep. Masing-masing seniman, dari Prancis, Madura
(Sumenep dan penampil tari pembuka dari Pamekasan), dan musisi Jawa Timur akan
menampilkan karya mereka. Acara dipungkasi dengan pertunjukan karya baru nan unik, sebuah kolaborasi seni yang pertama kali terjadi antara hip-hop Prancis, seni tari Topeng dan pencak
silat Sumenep serta musik yang dibawakan oleh Kayon, kelompok musisi asal Jawa Timur.

French Wingz yang terdiri dari duo penari hip-hop, Archad (Archade Ali) dan Crackers (Stevens Tailiasson). Mereka merupakan finalis ajang pencarian bakat Got to Dance di Jerman dan finalis Incroyable Talent di stasiun TV Prancis M6.

Archad yang spesialis break dance dan hip hop telah memiliki karir internasional dan bekerja sama
dengan sejumlah merk ternama sementara Stevens alias Crackers, jago akrobatik dan punya pengalaman bekerja di komunitas sirkus dan komedi musikal di berbagai tempat di Prancis.

French Wingz pertama kali tampil di Indonesia pada 25 Januari 2018 dalam rangkaian acara Malam Berbagi Ide (La Nuit des Idees) di Jakarta.

Dalam tur di Indonesia kali ini, French Wingz akan mengunjungi tak hanya Jakarta tetapi juga Medan, Yogyakarta, Madura dan Bali serta berkolaborasi dengan seniman Indonesia.

“Kami sangat tertarik datang ke Indonesia untuk ketiga kalinya dan akan jadi tur sungguhan. Ini kesempatan untuk menunjukkan karya kami di tempat yang berbeda. Menjadi lebih spesial karena ada kolaborasi dengan penari lokal yang mungkin pertama kalinya dan satu satunya kesempatan sekali seumur hidup,” kata French Wingz dalam siaran persnya, Senin (30/4/2018). @licom