Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Badko HMI minta KPK usut kasus suap cek pelawat
DKI

Badko HMI minta KPK usut kasus suap cek pelawat 

LENSAINDONESIA.COM: Badan Koordinasi HMI wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tengerang dan Bekasi (Badko Jabodetabeka-Banten) menggelar aksi di depan Gedung KPK Rabu (2/5/2018), Jakarta terkait kasus suap cek pelawat yang hingga kini belum selesai.

“Kami meyakini KPK merupakan lembaga negara independen yang dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya bebas dari kekuasan manapun,” kata Ketua Umum Badko HMI Jabodetabeka-Banten, Arief Wicaksana di depan Gedung KPK, Jakarta, Rabu (2/5/2018).

Arief menuturkan, pihaknya meminta lembaga antirasuah mengusut kasus suap cek pelawat yang sampai saat ini masih jalan di tempat. “Karena penyandang dana alias bandar suap kasus tersebut masih belum diusut,” jelas dia.

Ia pun, yakin KPK memiliki keberanian untuk menyelesaikan kasus itu. Sebab, rakyat dan mahasiswa berada di belakang lembaga antirasuah, khususnya untuk memberantas mafia hukum pada kasus suap cek pelawat.

Seperti diketahui, Miranda Goeltom ditahan sejak 1 Juni 2012, dan diputus bersalah dengan kekuatan hukum tetap oleh MA pada tangal 25 April 2013 dengan pidana penjara selama 3 tahun.

Miranda merupakan terpidana terakhir dalam perkara suap cek pelawat saat pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Sebelumnya, KPK telah menjerat banyak anggota DPR dalam kasus tersebut.

Miranda dituduh terlibat kasus penyuapan terhadap belasan anggota Komisi IX DPR periode 1999-2004 dengan 480 cek pelawat senilai Rp24 miliar melalui Nunun Nurbaeti yang sempat buron sebelum dipidana. Namun, KPK hingga kini belum mengungkap siapa sponsor utama atau penyandang dana kasus suap cek pelawat tersebut.@putera