Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
AKTIVIS

Demo, HMI ancam ajukan Praperadilan atas suap cek pelawat 

LENSAINDONESIA.COM: Puluhan mahasiwa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiwa Islam (HMI) kembali mendatangi Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (4/5/2018).

Kali ini mereka kembali menggelar aksi demonstrasi menuntut agar lembaga antirasuah ini kembali membuka kasus suap cek pelawat untuk pemilihan Deputi Gubernur Bank Indonesia.

“Kami minta KPK dalam waktu 2 x 24 jam dapat mengusut penyandang dana atau bandar suap cek pelawat. Jika dalam waktu yang kami minta tidak dipenuhi maka kami akan mengajukan gugatan praperadilan ke PN Jakarta Selatan,” ujar Ketua Umum Badan Koordinasi (Badko) HMI Jabodetabeka-Banten, Arief Wicaksana di Gedung KPK.

Dia menegaskan, KPK merupakan lembaga negara independen yang dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya bebas dari kekuasan manapun. Oleh karena itu, KPK pasti memiliki keberanian untuk menyelesaikan kasus cek pelawat yang telah menyeret mantan Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia (BI) Miranda Goeltom.

Karenanya, kata Arief, HMI meminta lembaga antirasuah mengusut kasus suap cek pelawat yang sampai saat ini masih jalan di tempat. Karena nyatanya, penyandang dana alias bandar suap kasus tersebut masih belum diusut.

Arief menambahkan, rakyat bersama mahasiswa akan berada di belakang KPK dalam memberantas mafia hukum pada kasus suap cek pelawat.

Seperti diketahui, Miranda Goeltom ditahan sejak 1 Juni 2012, dan diputus bersalah dengan kekuatan hukum tetap oleh MA pada tangal 25 April 2013 dengan pidana penjara selama 3 tahun.

Miranda merupakan terpidana terakhir dalam perkara suap cek pelawat saat pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.

Miranda terbukti turut terlibat penyuapan terhadap belasan anggota Komisi IX DPR periode 1999-2004 dengan 480 cek pelawat senilai Rp24 miliar melalui Nunun Nurbaeti yang sempat buron sebelum dipidana.

Baca Juga:  Polrestabes Surabaya tangkap pencuri yang pura-pura jadi tukang servis AC

Miranda dituduh terlibat kasus penyuapan. Namun, KPK hingga kini belum mengungkap siapa sponsor utama atau penyandang dana kasus suap cek pelawat tersebut.@licom