Situasi registrasi pelanggan kartu prabayar Smartfren di gallery. Foto-ist
Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: PT. Smartfren Telecom Tbk menganjurkan para pengguna kartu pra-bayar baru untuk melakukan registrasi sesuai aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Regional Head Northern East Java Smartfren, Heru Kurniawan mengatakan, registrasi nomer prabayar yang sudah dicanangkan oleh pemerintah ini memang sudah baku dan tak bisa ditolak. Untuk itu, pihak Smartfern menganjurkan agar pelangganya melakukan registrasi sesuai data diri yang sudah terdaftar di Ditjen Dukcapil.

“Jika pelanggan mengalami kendala pada saat melakukan registrasi, pelanggan bisa langsung menghubungi layanan contact center Smartfren di 4444 dari nomor Smartfren atau 021-50100000 dari PSTN atau 08811-223344 dari nomor ponsel lain,” ujar Heru dalam keterangan resminya, Senin (07/05/2018).

Ia menambahkan, pelanggan juga bisa melakukan registrasi kartu prabayarnya melalui galeri Smartfren yang ada di daerah masing masing ataupun melalui mitra outlet Smartfren terdekat. Tentunya dengan NIK, nomor KK sesuai KK & KTP yang tercatat di Ditjen Dukcapil.

Registrasi Pelanggan Prabayar merupakan pendaftaran identitas diri yang wajib dilakuka calon pelanggan dengan menggunakan data identitas kependudukan valid yang tercatat di Direktorat Jenderal Kependudukan & Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (“Ditjen Dukcapil”). Selain itu, pelanggan juga bisa melakukan registrasi sendiri dengan 4 cara mudah sebagai berikut :

Pertama, melalui SMS dengan format: NIK#NomorKK# kirim ke 4444 Contoh: 1234567890123456#3201060401130027#. Kedua, melalui menu aktivasi yang muncul dari layar handphone pada saat registrasi nomor baru tekan*4444# dari menu dialer handphone. Ketiga, khusus pelanggannya, dan keempat Smartfren juga menyediakan laman khusus registrasi via website Smartfren dengan tautan: mysf.id/reg.@Rel-Licom