Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
1.600 orang ditahan saat Putin dilantik jadi Presiden Rusia
Putin usai dilantik jadi Presiden Rusia untuk kali keempat. (ISTIMEWA)
Global

1.600 orang ditahan saat Putin dilantik jadi Presiden Rusia 

LENSAINDONESIA.COM: Vladimir Putin resmi memimpin Rusia untuk keempat kalinya usai diambil sumpahnya pada Senin (7/5/2018) waktu setempat. Pria yang memerintah sejak 1999 menjadi salah satu penguasa terlama, setelah Joseph Stalin, setelah memenangkan pemilu pada Maret lalu.

Putin hampir memenangkan 77 persen suara dalam pemilu. Ia berjanji akan menggunakan masa jabatan keempatnya untuk merevitalisasi ekonomi Rusia. Dalam pidatonya, Putin akan meningkatkan taraf hidup rakyat biasa dan daya saing ekonomi Rusia.

“Secara bersama-sama kita akan mewujudkan rencana-rencana renovasi di tingkat kota, desa, pembangunan di seluruh daerah. Kita akan menempuh kebijakan sosial aktif yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan setiap warga, setiap keluarga Rusia,” papar Putin.

“Orang akan hidup lebih baik,” kata Putin dilansir dari AFP.

Dalam sebuah polling yang diselenggarakan oleh Levada Center menemukan bahwa ketika mayoritas warga Rusia mendukung kebijakan luar negeri, mereka memprotes soal kebijakan ekonomi Putin yang gagal “mendistribusikan secara adil” keuntungan negara kepada orang biasa.

Ribuan undangan hadir dalam pengambilan sumpah pria yang memerintah Rusia hampir seperempat abad tersebut. Di antaranya aktor senior AS, Steven Seagel yang juga merupakan warga Negara Rusia. Mantan Konselor Jerman, Gerhard Schroeder dan janda Boris Yeltsin, Naina Yeltsina.

Pengambilan sumpah jabatan Putin sendiri diwarnai dengan aksi protes. Setidaknya hampir 1.600 orang, termasuk tokoh oposisi Alexei Navalny, ditahan dalam aksi yang bertajuk “Not Our Tsar”. @licom