Ilustrasi registrasi SIM card
Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menjelaskan nomor SIM card pelanggan yang terblokir karena tidak registrasi ulang hingga batas waktu (30 April 2018 pukul 24.00), bisa diaktifkan lagi sesuai mekanisme registrasi nomor pelanggan baru.

“Bahkan jumlah pulsa yang ada di dalamnya tetap menjadi hak pemilik nomor SIM card yang bersangkutan. Tapi kami tegaskan, seluruh pihak agar melakukan registrasi secara benar dan bertanggungjawab karena penyalahgunaan identitas untuk registrasi nomor prabayar akan diproses sesuai undang-undang yang berlaku,” jelas Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika (Dirjen PPI) Kementerian Kominfo, Ahmad M Ramli, Selasa (8/5/2018).

Ahmad M Ramli juga menjelaskan Kominfo membuat keputusan ‘baru’, yakni registrasi SIM card prabayar tidak memiliki batasan. Itu berarti, setiap pelanggan bisa mempunyai nomor seluler lebih dari 3 atau bahkan banyak asal pendaftarannya divalidasi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Terkait hal ini pihaknya telah mengirimkan surat kepada semua operator selular.

Menurutnya, isi surat menjelaskan bahwa operator tak perlu menunda pemberian hak kepada outlet untuk menjadi mitra pelaksana registrasi, termasuk registrasi nomor pelanggan ke-4 dan seterusnya.

“Kami telah kirimkan surat ke operator seluler agar tidak menunda-nunda pemberian hak kepada outlet mitranya untuk meregistrasikan nomor ke-4, ke 5 dan seterusnya. Ini merupakan wujud komitmen pemerintah menjaga keberlangsungan usaha mikro dan kecil yang menjadi salah satu penyokong industri telekomunikasi,” terang M Ramli.

Surat itu juga menegaskan bahwa pemerintah tak memberi batasan, selama registrasi divalidasi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK) secara benar dan dapat dipertanggungjawabkan. @LI-15