Direktur Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi. FOTO: istimewa
Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Direktur Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri adanya informasi dugaan persekongkolan proyek pembangunan 18 Rumah Susun (Rusun) dan Rumah Khusus di Jawa Timur yang diselenggarakan Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

KPK, kata Uchok, harus segera memanggil orang-orang yang terlibat dalam proyek tahun anggaran 2018 tersebut, baik pengusahanya maupun Kementerian PUPR.

“KPK jangan mendiamkan kasus ini. Sebab bisa juga hal ini (dugaan persekongkolan) membuat proyek pemerintah kurang berkualitas,” kata Uchok dalam pesan tertulis yang diterima lensindonesia.com beberapa saat lalu.

Uchok menyampaikan, informasi yang menyebut bahwa 5 dari 7 paket proyek yang diduga dikusai pengusaha berninisial IL yang kabarnya memiliki kedekatan dengan pejabat SNVT Penyediaan Perumahan itu perlu diselidiki oleh KPK.

“(informasi) itu materi yang harus disidik oleh KPK. Dan KPK harus mengungkap ini semua,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, proyek Pembangunan 18 rusun dan Rumah Khusus di Jawa Timur Tahun Anggaran 2018 oleh Kementerian PUPR disebut ‘dikuasai’ kontraktor berinisial ‘IL’.

Menurut keterangan sumber yang mengungkap kepada lensaindonesia.com, IL merupakan orang dekat Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR.

Ia mengungkapkan, kontraktor yang berkantor di kawasan Nginden Surabaya tersebut memenangkan 5 dari 7 paket proyek pembangunan rusun di Jatim dengan menggunakan ‘bendera’ berbeda (menggunakan perusahaan lain).

Enam bendera yang digunakan IL untuk mengukuti lelang tersebut, ungkap dia, beralamat di Jakarta dan bekasi. Berdasarkan catatan sumber di lingkungan SNVT Penyediaan Perumahan ini, bendera yang dipakai IL adalah PT MUJ (Jakarta), PT ATP (Jakarta), PT WAG (Jakarta), PT HNP (Jakarta), PT ARK (Bekasi) dan PT IB (Jakarta).

Selain paket Rumah Khusus, kata dia, 5 paket proyek Rusun yang dimenangkan IL diantaranya Paket 1, Paket 2, Paket 5, Paket 6 dan Paket 7.

Tiap paket proyek rusun tersebut memiliki nilai anggaran dan jumlah unit berbeda. Misal Paket 1 dengan nilai Rp35.006.412.000 terdiri dari 4 unit Rusun yaitu di Jombang, dua unit di Kabupaten Tulungagung dan 1 unit di Kota Surabaya. Paket 2 dengan nilai proyek Rp9.074.010.200 terdiri dari 2 unit Rusun yang akan dibangun di Jombang dan Kediri.

Lalu Paket 5 senilai Rp11.265.101.000 untuk 1 unit Rusun di Kabupaten Probolinggo. Kemudian Paket 6 senilai Rp25.015.000.000 terdiri 2 unit Rusun di Malang dan Lamongan. Dan Paket 7 dengan nilai Rp20.414.073.900 terdiri dari 3 unit Rusun yang semuanya akan dibangun di Kabupaten Jember.@LI-13