Dirut PT Molindo Raya Industrial Arief Gornadibrata (tengah baju batik) saat menunjukkan wujud vinase cair untuk kemudian diolah dengan mesin vinase boiler yang akan menghasilkan listrik. FOTO: Sarifa-LiCom
Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Target produksi listrik 35 ribu Megawatt yang dicanangkan Presiden Jokowi mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk PT Molindo Raya Industrial.

Dari sektor industri, PT Molindo melakukan terobosan baru dengan memproduksi listrik dengan energi terbarukan menggunakan mesin vinase boiler.

Diketahui, vinase boiler merupakan mesin penghasil listrik dan uap atau steam yang bahan bakarnya menggunakan vinase (limbah produksi ethanol). Penggunaan vinase boiler dapat menghasilkan uap untuk proses penyulingan ethanol.

Hal itu mampu mengurangi penggunaan batu bara dari pada boiler pada umumnya yang ada sekarang masih menggunakan 100 persen batu bara.

Vinase boiler milik Molindo ini mampu menghasilkan 45 ton steam atau uap dan 4,9 MW listrik. Energi listrik itu diharapkan dapat memperbesar kemungkinan untuk membantu perluasan jaringan listrik sampai ke daerah pelosok yang selanjutnya akan dikerjasamakan dengan pihak PLN.

Direktur Utama PT Molindo Raya Industrial Arief Goenadibrata mengatakan perusahaannya peduli terhadap pengolahan limbah. Agar hasil pengolahan limbah menjadi bagus bermanfaat, Molindo berani berinvestasi cukup besar dengan menggunakan teknologi mesin vinase boiler.

“Kami berani berinvestasi cukup besar dalam hal pengolahan limbah agar bisa digunakan dengan baik, sehingga tidak mencemari lingkungan dan baik buat semuanya,” jelas Arief, Jumat (11/05/2018).

Nilai efisiensi dengan memakai mesin ini, lanjut dia, nantinya bisa mengumpulkan energi yang selama ini terbuang sia-sia. Karena pengolahan limbah ethanol biasanya hanya berupa vinase cair hanya dengan cara dibakar. Tak hanya itu, penggunaan batu bara untuk boiler yang dibutuhkan selama ini bakal turun drastis.

“Kalau pemakaian batu bara nanti (bisa turun) 50 persen, otomatis reduksi limbah B3 dari batu bara juga semakin berkurang,” paparnya.

Saat ini terdapat beberapa produsen vinase boiler di dunia. Dalam proyek ini Molindo memilih Five Cails – KCP dari India. Vinase boiler digunakan oleh produsen ethanol di mana mereka mempunyai vinase yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar boiler tersebut.

Pembelian dan penggunaan mesin ini menjadi salah satu komitmen Molindo sebagai industri yang ramah lingkungan. Molindo pun mengusung konsep 3E dalam pemanfaatan mesin baru tersebut yakni Efisiensi, Energi dan Effluent.

Vinase boiler merupakan salah satu cara untuk memenuhi ketiga faktor tersebut. Efisiensi yaitu dengan memanfaatkan energi panas yang selama ini terbuang menjadi energi listrik. Energi yaitu dengan vinase boiler diperoleh listrik dan uap. Effluent yaitu memanfaatkan hasil samping (waste) produksi ethanol menjadi uap dan energi listrik.

Dengan menggunakan mesin canggih asal India itu, penggunaan batu bara menjadi lebih sedikit juga akan memperkecil abu hasil pembakaran batu bara. Teknologi vinase boiler baru berkembang sekitar 10 tahun terakhir.

“Kami (PT Molindo Raya Industrial) berharap dengan adanya mesin vinase boiler ini maka tercapai faktor 3E (Efisiensi, Energi, Effluent) sehingga Molindo mempunyai kemampuan daya saing yang lebih di pasar,” katanya.

Ditambahkan Arief, melalui terobosan baru di bidang industri yang lebih ramah lingkungan ini, pelanggan juga akan menerima manfaat karena mendapatkan harga dan kualitas produk yang terbaik dan konsisten.@sarifa